Pawai Ogoh-Ogoh Bakal Rutin Digelar, Kupang Siap Punya Daya Tarik Wisata Baru
Kamis, 19 Mar 2026, 06:00 WIBKUPANG â Menjadikan atraksi budaya sebagai agenda tahunan wisata bukan sekadar soal meramaikan kalender event, tapi juga strategi jangka panjang untuk menjaga identitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Ketika sebuah atraksi digelar rutin setiap tahun, ia punya peluang lebih besar untuk dikenal luas, membangun loyalitas pengunjung, dan masuk dalam perencanaan perjalanan wisatawan.
Dari sisi ekonomi, konsistensi ini penting. Pelaku usahaâmulai dari UMKM, penginapan, hingga transportasiâbisa lebih siap menyambut lonjakan pengunjung karena sudah punya pola yang jelas setiap tahunnya. Dampaknya bukan cuma sesaat, tapi bisa menciptakan siklus ekonomi yang berulang dan lebih stabil.
Di sisi lain, agenda tahunan juga membantu pelestarian budaya itu sendiri. Atraksi yang terus dipentaskan akan tetap hidup, diwariskan, dan relevan bagi generasi muda.
Tanpa ruang tampil yang rutin, banyak tradisi berisiko perlahan hilang atau hanya muncul sesekali tanpa dampak berarti.
Intinya, konsistensi adalah kunci. Dengan menjadikan atraksi budaya sebagai agenda tahunan, daerah tidak hanya menawarkan hiburan, tapi juga membangun cerita, identitas, dan daya tarik yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyebutkan pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi dapat menjadi agenda tahunan wisata di wilayah tersebut.
âKami berharap kegiatan ini juga bisa menjadi wisata religi dan agenda tahunan, sehingga berdampak pada wisata Kota Kupang,â kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Rabu (19/3).
Hal itu ia sampaikan di sela-sela kegiatan upacara tawuran keuangan dan pawai ogoh-ogoh yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang.
âTadi saya lihat ada turis juga, ada wisatawan dari luar. Ke depan harapannya bisa lebih ramai menyaksikan pawai ogoh-ogoh,â katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut turut berdampak positif bagi pelaku UMKM lokal karena mendorong peningkatan aktivitas belanja masyarakat yang turut menonton pawai ogoh-ogoh.
Ia juga menilai pawai ogoh-ogoh sebagai simbol keberanian untuk melawan dan memusnahkan sifat-sifat buruk manusia, seperti amarah, keserakahan, ego, dengki, dan kebencian.
âBagi saya kegiatan memiliki makna yang mendalam. Kita bukan hanya memusnahkan sebuah patung, tetapi juga melawan dan memusnahkan sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita,â ujarnya.
Christian juga berharap Hari Raya Nyepi yang akan dirayakan dapat menjadi momentum bagi para umat setempat untuk menemukan makna hidup melalui keheningan serta refleksi diri.
Sementara itu, Wakil Ketua PHDI Kota Kupang I Gusti Ngurah Suarnawa mengatakan tema Nyepi Tahun Baru Caka 1948/2026 adalah âVasudhaiva Kutumbakamâ Satu Bumi Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju.
âTema ini menekankan pentingnya persaudaraan, toleransi, serta menjaga keseimbangan alam dan hidup bersama dalam semangat Bhineka Tunggal Ika,â jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang dalam kelancaran upacara tersebut dan pawai ogoh-ogoh serta antusiasme seluruh masyarakat.
âKami berharap upacara dan acara ini dapat membawa berkah kedamaian bagi kita semua dan alam serta semua makhluk, khususnya di Kota Kupang,â katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pawai Ogoh-ogoh Ratusan Siswa TK di Kasanga Festival Denpasar
-
Beri Rasa Aman ke Penumpang, Bandara Juwata Hadirkan Posko Natal dan Tahun Baru
-
Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2025-2026 dan 5,2 Persen di 2027
-
Pawai budaya dan ogoh-ogoh di Cimahi
-
Kasanga Festival 2026 Hadirkan Lomba Ogoh-Ogoh Spektakuler
-
Xiaomi Indonesia Rilis HyperOS 3, Integrasikan Ekosistem Human x Car x Home Lewat Kecerdasan AI
-
BNPB: Belum Ada Laporan Lorban Jiwa Akibat Banjir Bandang di Guci Tegal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.