Kakorlantas Imbau Pengemudi Tertib Berlalu Lintas Saat “One Way” Nasional Berlaku

Kamis, 19 Mar 2026, 01:20 WIB

JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengimbau pengemudi tertib saat one way nasional diberlakukan. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di jalur Trans Jawa.

Kakorlantas menegaskan, kepatuhan pengemudi menjadi kunci kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik berlangsung. Perencanaan perjalanan juga penting untuk menghindari kepadatan di sejumlah titik jalur utama.

Ket. Foto: Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho — Sumber: Dokumentasi Korlantas Polri

“Kami mengimbau pengemudi berhati-hati, merencanakan perjalanan, serta memanfaatkan rekayasa lalu lintas yang tersedia. Pilih jalur tol atau arteri sesuai kebutuhan demi keselamatan perjalanan,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/3) .

Petugas di lapangan terus melakukan langkah cepat untuk membantu pengendara yang mengalami kendala selama perjalanan. Tim patroli aktif menyisir jalur guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali.

Petugas juga membantu pengemudi yang berhenti di bahu jalan agar tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi perlambatan dan kepadatan di jalur mudik.

“Kepada petugas di lapangan, kehadiran kita bukan hanya untuk mengatur tetapi juga melayani masyarakat. Tunjukkan empati dan berikan bantuan dengan tulus kepada masyarakat,” kata dia.

Kakorlantas juga mengingatkan pentingnya kesiapan kendaraan serta kondisi fisik pengemudi sebelum melakukan perjalanan jauh. Pengemudi diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan tidak memaksakan diri saat merasa lelah.

“Kami mengimbau pengemudi beristirahat setiap tiga jam dan merencanakan titik istirahat dengan baik. Gunakan rest area untuk menjaga keselamatan selama perjalanan berlangsung,” ucap dia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan one way nasional diterapkan secara fleksibel sesuai kondisi lapangan. Kebijakan tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan volume kendaraan selama arus mudik berlangsung.

“Tentu kami lihat sampai seberapa jauh banyaknya kendaraan yang melakukan perjalanan mudik ini. Kemudian apabila V/C ratio berkurang, rekayasa lalu lintas akan disesuaikan,” ujar dia.

Ia menjelaskan, keputusan rekayasa lalu lintas mengacu pada parameter V/C ratio jalan tol. Saat ini rasio tersebut telah mencapai angka 8.000 sehingga one way perlu diberlakukan.

Pemerintah juga mengimbau pemudik dari arah timur menuju barat memanfaatkan jalur arteri sebagai alternatif. Sejumlah ruas jalan non-tol telah disiapkan untuk mendukung distribusi kendaraan selama periode mudik. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.