Rupiah Masih Tertekan, 17 Maret 2026

Selasa, 17 Mar 2026, 08:30 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ber­potensi kembali melainjutkan pelemahannya jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri. Pergerakan rupiah dipe­ngaruhi sikap investor yang masih cemas terhadap potensi lonjakan harga minyak mentah global sebagai imbas per­ang di Timur Tengah. 

Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat investor mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDGBI) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga namun akan memberika pernyataan yang dovish. Karenanya, fokus investor masih tertuju pada konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dol­lar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Se­lasa (17/3) masih dalam tekanan dengan rentang 16.950 – 17.050 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin (16/3), bergerak melemah 39 poin atau 0,23 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.997 rupiah per dollar AS. Research and Devel­opment Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa mengatakan tekanan ter­hadap rupiah dipengaruhi peningkatan permintaan terha­dap aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik.

“Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari penguatan dollar AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketidak­pastian geopolitik, khususnya konflik yang masih berlang­sung di Timur Tengah,” ucapnya di Jakarta.

Selain itu, lanjutnya, pelaku pasar juga mencermati perkembangan inflasi AS yang masih berada di kisaran 2,4 persen secara tahunan. Inflasi yang relatif stabil mem­perkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan bakal mempertahankan suku bunga pada level tinggi un­tuk waktu yang lebih lama.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.