Menanti Kebangkitan Pebulu Tangkis Indonesia di Orleans Masters

Selasa, 17 Mar 2026, 02:00 WIB

JAKARTA - Kegagalan meraih gelar di All England Open 2026 dan berlanjut di Swiss Open 2026 menjadi catatan penting bagi bulu tangkis Indonesia dalam tur Eropa musim ini.

Hasil tersebut kini menjadi latar bagi langkah 11 wakil Merah Putih yang bersiap tampil pada Orleans Masters 2026 di Palais des Sports d'Orléans, Prancis, 17–22 Maret, dengan harapan membuka peluang kebangkitan.

Ket. Foto: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. — Sumber: PBSI

Turnamen level Super 300 itu akan menjadi kesempatan bagi para pemain Indonesia untuk bangkit setelah pulang tanpa gelar dari Swiss. Dalam ajang tersebut, Indonesia tidak diperkuat Alwi Farhan serta Putri Kusuma Wardani yang sebelumnya tampil hingga partai puncak di Swiss.

Putri diistirahatkan setelah menjalani rangkaian turnamen padat sejak All England Open 2026. Sementara Alwi juga tidak masuk daftar pemain yang dikirim ke Prancis.

Di sektor tunggal putra, Indonesia akan mengandalkan Anthony Sinisuka Ginting serta Moh Zaki Ubaidillah. Adapun sektor tunggal putri hanya diwakili satu nama, yakni Thalita Ramadhani Wiryawan.

Thalita harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi dengan menghadapi pemain Thailand, Tonrug Saeheng, demi merebut tiket ke babak utama.

Di nomor ganda campuran, Indonesia sudah memastikan satu tempat di babak kedua karena terjadi pertemuan sesama wakil Merah Putih. Pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil akan menghadapi Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti di babak pertama.

Sementara itu, sektor ganda putra mengirim tiga pasangan, yakni Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Raymond/Joaquin yang tersingkir pada babak pertama Swiss Open langsung mengalihkan fokus ke Orleans Masters. Di laga pembuka di Prancis, mereka akan menghadapi pasangan Singapura, Donovan Willard Wee/Jia Hao Howin Wong.

Raymond menegaskan bahwa dirinya dan Joaquin berusaha menjaga kondisi agar tetap optimal menghadapi turnamen berikutnya.

“Kami harus menjaga kondisi karena turnamen berikutnya sudah minggu depan. Power juga harus dijaga agar tidak turun. Semoga di Orleans Masters kami bisa meraih hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Indonesia harus pulang tanpa gelar dari Swiss setelah dua wakil yang tampil di final gagal meraih kemenangan. Putri Kusuma Wardani lebih dulu harus puas menjadi runner-up usai kalah dari pemain Thailand, Supanida Katethong.

Nasib serupa dialami Alwi Farhan yang harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Yushi Tanaka, pada partai puncak. Kegagalan tersebut kini menjadi motivasi tambahan bagi skuad Indonesia untuk bangkit di Orleans Masters.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.