Naik Transportasi Publik Jakarta Gratis Saat Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Senin, 16 Mar 2026, 22:43 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggratiskan seluruh transportasi publik yang dikelola pemerintah daerah selama dua hari pada momentum Idulfitri tahun ini. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus menghadirkan suasana Lebaran yang lebih meriah di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keputusan tersebut saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama tokoh masyarakat dan warga Jakarta Barat. Acara tersebut digelar di Gedung Olahraga Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Senin.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggratiskan seluruh transportasi publik yang dikelola pemerintah daerah selama dua hari pada momentum Idulfitri tahun ini. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus menghadirkan suasana Lebaran yang lebih meriah di ibu kota. — Sumber: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

"Saya sudah memutuskan, untuk menyambut Idulfitri ini selama dua hari semua transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta digratiskan. Apakah itu MRT, LRT, TransJakarta, TransJabodetabek, JakLingko, maupun Mikrotrans, semuanya gratis," kata Pramono Anung.

Kebijakan transportasi gratis tersebut akan berlaku pada hari H dan H+1 Idulfitri. Meski tidak dikenakan biaya perjalanan, pengguna tetap diwajibkan melakukan tap menggunakan kartu uang elektronik dengan tarif Rp1.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pencatatan perjalanan dalam sistem transportasi publik. Dengan cara ini, operasional sistem tiket elektronik tetap berjalan meskipun layanan diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Selain transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang rekreasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat selama libur Lebaran.

"Bahkan bagi ibu-ibu yang anaknya memegang KJP, masuk Ancol, masuk Ragunan, masuk Monas, kami gratiskan," ujar Pramono.

Pemerintah daerah juga menyiapkan program bertajuk "Mudik ke Jakarta" untuk memberikan alternatif kegiatan bagi warga yang tidak pulang ke kampung halaman. Program ini bertujuan menghadirkan suasana Lebaran yang tetap meriah bagi masyarakat yang memilih tetap berada di ibu kota.

Sebagai bagian dari program tersebut, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan pusat perbelanjaan serta sektor perhotelan. Kerja sama itu diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi selama periode libur Lebaran.

"Pemprov DKI Jakarta sudah membebaskan sebagian pajak pusat perbelanjaan dan perhotelan. Nantinya kita akan menggelar pesta diskon hingga 70 persen," kata Pramono.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga tetap menyelenggarakan program mudik gratis bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman. Tahun ini jumlah peserta program tersebut meningkat secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Lebih dari 30.000 pemudik dijadwalkan mengikuti program mudik gratis yang difasilitasi Pemprov DKI Jakarta. Para peserta akan diberangkatkan menggunakan lebih dari 750 unit bus menuju berbagai daerah tujuan mudik.

Untuk memeriahkan malam takbiran, Pemprov DKI Jakarta juga akan menggelar kegiatan Car Free Night di sejumlah ruas jalan utama ibu kota. Selain itu, masyarakat juga diberikan ruang untuk menggelar pawai obor sebagai bagian dari tradisi menyambut Hari Raya Idulfitri.

"Kita memberikan ruang seluas-luasnya. Mudah-mudahan Idulfitri ini memberikan kesan yang mendalam bagi siapa pun yang merayakannya," ujar Pramono.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama yang digelar pemerintah daerah bukan sekadar seremoni. Kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan.

"Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat di bulan suci Ramadan," kata Pramono.

Acara tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial selama Ramadan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Pemprov DKI Jakarta juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh masyarakat, anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, serta warga Jakarta Barat. Mereka dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan serta stabilitas sosial di wilayah ibu kota.

Di akhir acara, Gubernur Pramono mengimbau masyarakat tetap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di tengah dinamika global saat ini. Ia berharap masyarakat dapat terus menjaga persatuan serta menciptakan suasana kota yang aman dan kondusif.

"Kami mengajak masyarakat Jakarta tetap tenang dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi, terutama di tengah dinamika global yang sedang terjadi. Dengan suasana kota yang aman dan kondusif, kita berharap Jakarta menjadi kota yang tertib, rukun, dan nyaman bagi seluruh warganya," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.