- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ribuan Orang di Italia dan...
Ribuan Orang di Italia dan Spanyol Turun ke Jalan, Menentang Perang di Timur Tengah
Minggu, 15 Mar 2026, 10:36 WIBROMA â Ribuan orang di Italia dan Spanyol turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi pada hari Sabtu (14/3) menentang perang di Timur Tengah.
Di Italia, aksi protes tersebut untuk menuntut reformasi peradilan yang diusulkan oleh pemerintah konservatif Italia â menghubungkan ketegangan internasional dengan meningkatnya pertempuran politik domestik menjelang referendum nasional.
Dilaporkan Associated Press, referendum tanggal 22-23 Maret mengenai perubahan sistem peradilan telah menjadi ujian politik besar bagi pemerintahan PM Georgina Meloni, yang menghadapi pemilihan umum tahun depan. Perdebatan mengenai reformasi hukum telah meningkat menjadi konfrontasi yang lebih luas antara perdana menteri dan lawan-lawan politiknya.
Di pusat kota Roma, para pengunjuk rasa yang mengibarkan spanduk serikat pekerja berwarna merah serta bendera Palestina dan Kuba meneriakkan "Pemerintah Meloni, mengundurkan diri" sebelum unjuk rasa berakhir dengan damai.
âAmerika Serikat dan Israel menghancurkan segala bentuk koeksistensi yang diatur oleh hukum internasional,â kata demonstran Sandra Paganini.
âMereka menyeret kita menuju perang dunia di mana mereka menargetkan orang-orang yang sama sekali tidak bersalah yang tidak melakukan kesalahan apa pun, ikut campur dan menghancurkan negara-negara,â katanya.
Meloni mengatakan bahwa reformasi tersebut diperlukan untuk mengatasi penundaan kronis di pengadilan Italia dan memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum. Namun, para penentang berpendapat bahwa perubahan tersebut dapat melemahkan independensi peradilan dan membuat hakim rentan terhadap pengaruh politik.
Referendum ini semakin mengambil karakter sebagai ujian politik bagi perdana menteri. Meloni bergabung langsung dengan kampanye ini minggu ini.
âJika keadilan tidak berjalan, jika lambat, jika tidak efisien, jika tidak adil, maka seluruh mesin akan macet dan semua orang akan menanggung konsekuensinya,â kata Meloni dalam pidato kampanyenya di Milan pada hari Kamis.
Protes antiperang meningkat tajam sejak diluncurkannya serangan udara skala besar AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang menargetkan situs militer dan para pemimpin senior, serta memicu serangan balasan yang telah mengguncang pasar global.
Protes menentang konflik di Timur Tengah juga berlangsung di Spanyol, di mana ribuan warga turun ke jalan untuk menuntut agar permusuhan diakhiri dan hukum internasional dipatuhi, lapor koresponden RIA Novosti pada Sabtu (14/3).
Di Madrid, sekitar 5.000 warga berkumpul di dekat stasiun Atocha, menurut sumber penegak hukum. Aksi itu kemudian berlanjut di dekat Pusat Seni Museum Nasional Ratu Sofia yang menyimpan lukisan Guernica karya Pablo Picasso, yang merupakan salah satu simbol seni anti-perang paling terkenal.
Para pengunjuk rasa meneriakkan "Tidak untuk perang," "Tidak untuk NATO," dan "Siapa yang memutuskan di sini? Rakyat Iran."
Aksi protes nasional itu juga meneriakkan slogan "Setop Perang Timur Tengah. Jangan Lupakan Gaza". Lebih dari 100 kelompok sipil dan partai politik mendukung aksi tersebut.
"Tidak ada yang membenarkan pemboman brutal AS dan Israel yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian kawasan dan keamanan global ... Kami mendesak semua demokrat untuk mengutuk agresi ini, menjunjung tinggi hukum internasional, dan mengupayakan perdamaian yang adil dan langgeng di Kawasan Timur Tengah termasuk mengakhiri genosida di Gaza," demikian bunyi deklarasi tertulis para demonstran.
Protes serupa juga terjadi di kota-kota besar seperti Barcelona, Seville, Zaragoza, Santander, dan Cordoba.
Pada Jumat (13/3), Kedutaan Besar AS di Spanyol mengimbau warganegaranya untuk menghindari acara massal karena kemungkinan adanya protes, memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat "meningkat dengan cepat".
Iran menyerang wilayah Israel dan target militer AS di seluruh Timur Tengah untuk membalas operasi militer gabungan yang diluncurkan AS-Israel pada 28 Februari.
Hari pertama aksi militer tersebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur dan sekolah perempuan di Iran selatan dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.300 jiwa.
- Perang AS-Israel dengan Iran
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
AS dan Iran Sepakat untuk Gencatan Senjata Bersyarat Selama Dua Minggu
-
Program Diskon Pelni Tembus 105 Persen, Bukti Tingginya Antusiasme Mudik Lebaran 2026
-
Trump Sebut Perang Melawan Iran Hampir Berakhir, Ancam akan Ada Serangan Berat Lagi
-
Libur Lebaran 2026, Kabupaten Kerinci Targetkan 100 Ribu Wisatawan
-
Asyik Boleh, Tapi Hati-Hati, Arus Laut Bisa Seret Wisatawan
-
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Hantam Situs Rudal di Iran Selatan
-
Iran akan Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Blokade dan Perang Diakhiri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.