Pentingnya Orang Tua Jadi Contoh Kurangi Pemakaian Gawai
Jumat, 13 Mar 2026, 10:55 WIBJAKARTA - Psikolog anak Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog menekankan pentingnya orang tua memberikan contoh kepada anak dalam mengurangi pemakaian gawai selama di rumah.
Dia mengatakan bahwa aturan pembatasan akses anak ke platform digital tidak bisa berjalan efektif tanpa peran aktif orang tua.
Menurut dia, anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari. Jika orang tua meminta anak mengurangi penggunaan ponsel tetapi tetap sibuk dengan gawai selama berada di rumah, maka anak akan menangkap pesan yang bertentangan.
"Orang tua adalah contoh bagi anak. Jangan minta anak tidak banyak menggunakan gadget kalau orang tuanya sendiri tidak bisa lepas dari handphone," ujarnya.
Apabila orang tua terus memegang ponsel selama berada di rumah, termasuk saat bersama keluarga, ia mengatakan, maka anak juga bisa merasa tidak memiliki akses untuk berbicara atau berinteraksi dengan orang tua.
"Ketika orang tua di rumah tapi waktunya diambil oleh handphone, kapan waktu untuk anak?" kata dia.
Menurut dia, anak-anak yang merasa kesulitan berbicara dan berinteraksi dengan orang tua akan memilih kembali ke dunia mereka melalui gawai.
Prof. Rose mengemukakan bahwa penerapan aturan pembatasan akses anak ke platform digital seperti media sosial dan gim membutuhkan dukungan dari orang tua.
Orang tua perlu mengontrol diri agar bisa menjadi contoh bagi anak dalam membatasi penggunaan gawai serta berupaya menghadirkan alternatif kegiatan menarik untuk membantu anak menyesuaikan diri dengan pembatasan akses ke platform digital.
Prof. Rose mengatakan, pembatasan akses ke perangkat elektronik dan platform digital bisa menimbulkan kebingungan atau perlawanan kalau anak tidak diberi pilihan aktivitas.
Dia menyarankan orang tua aktif mengajak anak melakukan kegiatan bersama, seperti berolahraga atau mengerjakan proyek sederhana bersama, untuk membangun komunikasi sekaligus membantu anak menyesuaikan diri dengan pembatasan.
"Regulasi itu membantu orang tua. Tapi yang membimbing tetap orang tua. Mereka harus kreatif dan konsisten," katanya.
Menurut dia, peran aktif orang tua dalam penerapan aturan pembatasan akses anak ke platform digital akan mencegah anak menggunakan gawai dan platform digital secara berlebihan, yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mentalnya.
- Larangan Media Sosial
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif TP 877/Biinmaffo
-
PP Tunas Sudah Berlaku, Kemkomdigi Awasi Platform Digital yang Masih Bisa Diakses Anak
-
Playoff Liga Champions: Sorloth Hattrick, Atletico Madrid Singkirkan Club Brugge dan Melaju ke 16 Besar
-
Putusan MA AS Tidak Serta-merta Ubah Perjanjian Tarif yang Sudah Disepakati
-
Berlaku Hari Ini, Pemerintah Resmi Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun
-
Hari Pertama Usai Libur, SPPG Kemayoran Layani 3.298 Porsi MBG
-
Soal Aturan Larangan Medsos, KPAI Nilai Implementasi PP Tunas Harus Disertai Pengawasan Ketat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.