- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Ambil Langkah Awal Menu...
AS Ambil Langkah Awal Menuju Sanksi Perdagangan Global Baru
Jumat, 13 Mar 2026, 01:05 WIBWashingtonâ Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu (11/3), mengumumkan penyelidikan baru terhadap apa yang dianggapnya sebagai praktik perdagangan tidak adil oleh puluhan negara, membuka peluang penerapan sanksi seperti tarif tambahan ketika Presiden Donald Trump berupaya mengganti bea masuk yang sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.
Dikutip dari AFP, pemerintahan Trump meluncurkan penyelidikan terpisah yang berfokus pada kelebihan produksi industri serta impor barang yang dibuat dengan tenaga kerja paksa, kata Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer kepada para wartawan.
Penyelidikan mengenai kelebihan kapasitas industri tersebut menargetkan Uni Eropa, Tiongkok, Jepang, India, dan sejumlah negara lain, yang berpotensi memicu ketegangan dengan para mitra dagang tersebut.
Banyak negara yang menjadi sasaran penyelidikan itu sebelumnya telah menandatangani kesepakatan tarif dengan Washington, yang menurut Greer bersifat âindependenâ dari proses investigasi tersebut.
Ia mengatakan kebijakan perdagangan Trump pada dasarnya tetap sama seperti yang telah dijalankan âselama puluhan tahun,â meskipun instrumen yang digunakan dapat berubah.
âKami perlu melindungi lapangan kerja di Amerika, dan kami perlu memastikan perdagangan yang adil dengan para mitra dagang kami,â ujarnya. âJika kami perlu memberlakukan tarif untuk membantu menyelesaikan masalah ini, kami akan melakukannya.â
Negara lain yang juga menjadi sasaran penyelidikan terkait kelebihan kapasitas industri yang dimulai pada Rabu tersebut termasuk Singapura, Swiss, Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, dan Meksiko.
Menurut Greer, penyelidikan ini âakan berfokus pada ekonomi yang memiliki bukti menunjukkan adanya kelebihan kapasitas struktural dan produksi di berbagai sektor manufaktur.â
Ia tidak merinci apakah sanksi yang nantinya dijatuhkan akan berbeda untuk setiap negara.
Sementara itu, penyelidikan kedua yang terkait dengan tenaga kerja paksa kemungkinan akan diluncurkan âtidak lebih awal dari besok soreâ dan akan berdampak pada sekitar 60 mitra dagang.
Secepat Mungkin
Langkah tersebut dilakukan beberapa minggu setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global yang diberlakukan Trump, dengan alasan ia telah melampaui kewenangannya ketika menggunakan kekuasaan ekonomi darurat untuk menerapkan tarif terhadap hampir semua negara.
Trump kemudian dengan cepat memberlakukan tarif impor baru sebesar 10 persen yang berlaku hingga 24 Juli, sementara para pejabat menyiapkan kebijakan yang lebih permanen untuk menghidupkan kembali agenda perdagangannya.
Greer memperkirakan penyelidikan serupa lainnya akan dilakukan âberdasarkan negara secara spesifikâ.
Ia berharap penyelidikan terbaru ini dapat diselesaikan âsecepat mungkin,â idealnya sebelum tarif sementara tersebut berakhir.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Resmi! Gennaro Gattuso Jadi Pelatih Timnas Italia
-
Pemprov DKI Kunci Mitigasi Cuaca Ekstrem, Jakarta Disiagakan Hadapi Akhir Tahun
-
Pemprov Lampung Buat Aturan Kawasan Bebas Rokok
-
Tim Senam Indonesia Persembahkan 4 Medali di SEA Games Thailand 2025
-
Trump Kembali akan Tetapkan Tarif Sepihak dalam Dua Pekan Mendatang
-
Gumuk Pasir Parangtritis Ditetapkan sebagai Geopark Nasional
-
Trump dan Xi Sepakat Redakan Perselisihan Tentang Tarif dan Tanah Jarang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.