Anda Akan Mudik? Ini Daftar Titik Rawan Macet di Jalintim dan Jalinteng Sumsel
Jumat, 13 Mar 2026, 14:57 WIBPALEMBANG, SUMATERA SELATAN - Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan (Dishub Sumsel) memetakan sebanyak 22 titik rawan kemacetan di sejumlah ruas jalan di wilayah itu selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H/Lebaran 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Musni Wijaya di Palembang, Kamis, mengatakan titik rawan kemacetan tersebut paling banyak berada di jalur Jalan Lintas Timur (Jalintim), khususnya ruas PalembangâBetung yang menjadi jalur utama pemudik.
âDari hasil pemetaan yang kami lakukan terdapat 22 titik rawan kemacetan di Sumsel. Paling banyak berada di Jalintim PalembangâBetung,â katanya.
Ia menjelaskan Jalintim merupakan jalur strategis yang menghubungkan Lampung hingga Jambi sehingga setiap tahun dilalui kendaraan pemudik dari berbagai daerah.
Jalur tersebut terdapat 11 titik rawan kemacetan yang tersebar di ruas Peninggalanâbatas Jambi (Km 206+800), Sungai LilinâBetung (Km 113+200, Km 70+100, dan Km 142+500), serta PalembangâBetung (Km 15+800 hingga Km 20).
"Potensi kemacetan di ruas PalembangâBetung diperkirakan berkurang karena ruas tol akan difungsionalkan selama periode mudik lebaran," jelasnya.
Namun demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan kepadatan di pintu keluar tol yang berpotensi menjadi titik kemacetan baru.
âKemacetan di PalembangâBetung akan berkurang karena tol difungsionalkan. Tapi kami tetap mengantisipasi kepadatan di pintu keluar tol,â ujarnya.
Selain itu, titik rawan kemacetan juga berada di ruas Simpang IndralayaâMeranjat (Km 36+200), MeranjatâKayuagung (Km 55), KayuagungâSimpang Penyandingan (Km 75+300), serta Simpang Penyandingan menuju Lampung (Km 112, Km 122, dan Km 131+800).
Lalu, pada jalur Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) terdapat enam titik rawan kemacetan, yakni di Muara EnimâSimpang Sugihwaras (Km 198, Km 205, dan Km 208), Simpang SugihwarasâBaturaja (STA 12), batas Musi RawasâTebing Tinggi (Km 293+850), dan ruas Yos SudarsoâLubuklinggau (Km 368+120).
Dishub Sumsel juga memantau lima titik rawan kemacetan di jalur penghubung, yaitu Jalan Lingkar Kota Sekayu (Km 124+500), Pagar AlamâTanjung SaktiâBengkulu (Km 311+160), PrabumulihâBeringin (Km 92+050), serta Simpang Belimbingâbatas Muara Enim (Km 138 dan Km 147).
Musni menyebut sejumlah faktor yang memicu kemacetan di antaranya tingginya volume kendaraan, aktivitas pasar tumpah, perlintasan sebidang kereta api, serta kondisi jalan yang menyempit di beberapa lokasi.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran, Dishub Sumsel bersama kepolisian dan instansi terkait akan menyiapkan langkah pengaturan lalu lintas, penempatan petugas di titik rawan, serta pemasangan rambu dan informasi lalu lintas bagi pengguna jalan.
âKoordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Sumsel berjalan aman, lancar dan terkendali,â kata dia. Ant
- arus mudik 2026
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
PT Transjakarta Mencatat 18 Ribu Orang Gunakan Transjabodetabek Rute Blok M-Soetta
-
Pemudik sepeda motor padati pantura di Karawang
-
Puncak arus mudik motor di Pelabuhan Ciwandan
-
Arus pemudik antarpulau di Kendari
-
ASDP Tambah Empat Kapal Feri Kapasitas Besar Jalur Ketapang-Gilimanuk
-
Prediksi puncak arus balik Lebaran 2026
-
H2 Lebaran 2026, Lalu Lintas Keluar GT Madiun Masih Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.