• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Olahraga dan Wisata Kini M...

Olahraga dan Wisata Kini Menjadi Area Mendulang Pemasukan

Rabu, 11 Mar 2026, 12:44 WIB

JAKARTA – Pemasukan bagi warga atau negara tak hanya dari kegiatan ekonomis. Olahraga juga bisa menjadi tempat mendulang rupiah. Menteri Ekonomi Kreatif TeukuRiefkyHarsya mengatakan penyelenggaraan kegiatan olahraga lari oleh komunitas berskala nasional dapat memiliki dampak luas terhadap penguatan ekosistem ekonomi kreatif terutama di daerah.

“Kehadiran ribuan pelari dan wisatawan membuka peluang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif mulai dari kuliner, fesyen, musik, hingga konten digital untuk berkembang sekaligus memperluas pasar,” ujar Riefky,  di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: ekonomi kreatif — Sumber: ist

Riefky mengapresiasi pihak swasta yang akan menggelar perhelatan lari "half maraton" di kota Malang, Jawa Timur. Menurut Riefky kegiatan ini bisa menjadi platform pariwisata olahraga atau sport tourism sekaligus penggerak ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan yang dimulai dari daerah.​​​​​​​

Kegiatan ini juga memiliki multipliereffectyang besar bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di Kota Malang dan Malang Raya. Lebih lanjut, Menteri Ekraf menekankan, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai kota kreatif yang mampu menghubungkan olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem.

Kota ini bahkan telah menjadi bagian dari UNESCO CreativeCities Network, yang menunjukkan kuatnya ekosistem kreativitas dan inovasi di daerah tersebut.​​​​​​​ Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, ErickThohir turut menilai bahwa perkembangan kegiatan lari di Indonesia menunjukkan potensi besar bagi pengembangan pariwisata olahraga dan industri olahraga nasional.

Menurutnya, kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem tersebut. “Pariwisata olahraga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar secara global. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor privat menjadi penting agar ekosistem olahraga dan pariwisata di Indonesia dapat terus berkembang,” ujarnya.

Dengan melibatkan berbagai komunitas dan pelaku kreatif, Malang HalfMarathon 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga panggung bagi ekonomi kreatif daerah untuk tumbuh sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata dan kreativitas Malang kepada masyarakat nasional maupun global.

Penyelenggara Malang HalfMarathon, Gilang WidhiaPramana menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat RunningforPassion yang tidak hanya mempromosikan olahraga lari, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat serta pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Olahraga lari saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Melalui Malang HalfMarathon, kami ingin menghadirkan platform besar yang tidak hanya tentang lomba lari, tetapi juga membawa pesan lebih luas tentang gaya hidup sehat, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Gilang.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berlari yang berbeda sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi daerah. Dengan target lebih dari 7.000 peserta dari berbagai kota di Indonesia, penyelenggara memperkirakan perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai sekira Rp20 miliar.​​​​​​​

Kegiatan ini juga menjadi panggung bagi UMKM, jenama lokal, serta para kreator di Indonesia untuk tumbuh dan dikenal lebih luas, yang menunjukkan olahraga, kreativitas, dan ekonomi dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak yang lebih besar.

  • Ekonomi Kreatif

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.