Cek Kesehatan bagi Sopir Bus Menjelang Lebaran
Rabu, 11 Mar 2026, 22:47 WIBSemarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan bagi sopir dan kru angkutan umum untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pemudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar, di Surakarta, Rabu, mengatakan bahwa pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, serta tes narkoba.
Pelaksanaannya melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan kabupaten/kota, petugas kepolisian, Jasa Raharja, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kegiatan itu merupakan program nasional yang menyasar pengemudi dan kru bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) serta Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Pemeriksaan dilakukan di terminal Tipe A dan B, perusahaan otobus (PO), serta titik-titik yang menjadi pusat konektivitas dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Menurut dia, program cek kesehatan bagi sopir tersebut untuk memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman hingga sampai tujuan, mengingat sebagian besar kasus kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor kelalaian manusia.
"Kalau mereka mungkin kelelahan, tensinya tinggi, atau gula darahnya tinggi, itu berbahaya sekali. Maka ini juga dilakukan cek kesehatan dan gratis khusus kru, driver dan co-driver," katanya.
Salah satu lokasi pemeriksaan dilakukan di Terminal Tipe A Tirtonadi, Kota Surakarta, yang diikuti puluhan sopir bus yang menjalani mulai dari tes buta warna, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan narkoba, hingga konsultasi dokter.
Pada waktu yang sama juga dilakukan "ramp check" atau inspeksi keselamatan terhadap angkutan umum, untuk memastikan kelaikan kendaraan serta kelengkapan administrasi awak bus.
Pengemudi dari PO Berkah Bersaudara Samsuri (31) mengatakan pemeriksaan kesehatan sangat penting sebelum mengangkut para pemudik yang akan merayakan momentum Lebaran di kampung halaman.
Pria yang telah sembilan tahun berprofesi sebagai sopir itu mengemudikan bus AKAP dengan rute JakartaâTegal-Solo-Blora, dan sebaliknya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kadar gula darah dan tekanan darahnya dalam kondisi normal, serta dinyatakan negatif narkoba.
"Tentu ini membantu kita untuk memperlancar kegiatan. Tadi alhamdulillah normal semua, layak jalan. Saya siap untuk mudik lebaran 2026," katanya.
Sopir bus dari PT Rosalia Indah Bimas Suryakusuma mengapresiasi program cek kesehatan bagi sopir karena penting untuk mencegah hal-hal yang dapat membahayakan penumpang.
Apalagi, ia ditugaskan membawa bus lintas pulau yang melayani rute MalangâSoloâJakartaâPelabuhan MerakâPelabuhan BakauheniâLampung yang untuk satu kali perjalanan pulang-pergi membutuhkan waktu sekitar empat hari.
"Kalau dipikir jauh ya jauh. Tapi mau gimana lagi? Namanya pekerjaan, harus tanggung jawab dan profesional. Harapannya ya terus diberikan sehat dan selamat," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jalur Sukabumi Macet 8 Jam, Tiba di Bandung Malah Gigit Jari: Curhat Pilu Pemudik Kehabisan Bus ke Majalaya
-
Posko Pesona Keluarga untuk Pemudik di Pelabuhan Telaga Punggur Batam
-
Kapal Laut jadi Sarana Pulang kampung karena Harga Terjangkau
-
Jalan Raya Kalimalang Mulai Dipadati Pemudik Bermotor
-
Makin Keren Usai Direvitalisasi: Kemen PU Ajak Pemudik Kunjungi Benteng Pendem Ambarawa
-
Posko PMI Kota Semarang Melayani 15 Pemudik per Hari
-
Peluncuran Program “Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.