Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aksi Cepat KKP, 34 Paus Pilot yang Terdampar di Rote Ndao Berhasil Diselamatkan

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aksi Cepat KKP, 34 Paus Pilot yang Terdampar di Rote Ndao Berhasil Diselamatkan Doc: ANTARA/Ho-BKKPN
Ket. Petugas BKKPN saat mengidentifikasi paus yang terdampar dan mati di Pesisir pantai Rote Ndao.

KUPANG – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang bergerak cepat menyelamatkan 34 ekor paus pilot yang terdampar di Pantai Mbadokai, tepatnya di Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.

Dengan melibatkan petugas, masyarakat setempat, dan relawan, proses penyelamatan dilakukan secara gotong royong agar paus-paus tersebut bisa kembali ke laut dengan aman.

Aksi cepat ini menjadi bukti kepedulian terhadap satwa laut sekaligus menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan warga dalam menjaga kelestarian ekosistem laut di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasioal (BKKPN) Kupang Imam Fauzi di Kupang, Rabu (11/3), mengatakan upaya penyelamatan dilakukan secara cepat melalui kolaborasi aparat, organisasi konservasi, pemerintah daerah dan masyarakat setempat setelah 55 ekor mamalia laut tersebut dilaporkan terdampar pada Senin (9/3) malam hingga Selasa (10/3).

"Sebanyak 21 ekor dinyatakan mati karena terdampar," katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Dia menjelaskan dari 21 ekor yang ditemukan mati di pesisir pantai tersebut terdiri dari delapan ekor jantan dan 13 betina.

Kemudian dari dari 21 ekor individu yang mati, terdiri dari 4 ekor anakan dan 17 ekor dewasa.

Tim selanjutnya melakukan identifikasi dan pengukuran serta nekropsi terhadap paus yang mati untuk keperluan pencatatan, kajian ilmiah dan analisis lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti kematian.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa mamalia laut tersebut merupakan Paus Pilot Sirip Pendek (Short-finned Pilot Whale / Globicephala macrorhynchus), yang termasuk dalam biota laut dilindungi.

Pengukuran juga menunjukkan panjang individu terbesar mencapai 5,1 meter dengan jenis kelamin jantan, sementara individu terkecil berukuran sekitar 2,4 meter.

Dia mengatakan baik KKP dan instansi terkait lainnya telah berusaha menyelamatkan semuanya yang terdampar namun pada akhirnya hanya beberapa saja yang selamat dengan dilakukan upaya penggiringan paus kembali ke laut menggunakan kapal.

Untuk penanganan bangkai paus yang mati, tim berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao guna menyediakan alat berat.

Dinas PUPR Kabupaten Rote Ndao kemudian mengirimkan satu unit ekskavator ke lokasi untuk membantu proses penguburan bangkai paus secara aman guna mencegah dampak lingkungan.

"Penguburan bangkai paus sudah dilakukan hingga pukul 19.30 Wita pada Selasa (10/3) kemarin," tambah dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.