Stok BBM & LPG Papua Tengah Aman, Pertamina Tambah Armada Mobil Tangki, Warga Jangan Panic Buying

Selasa, 10 Mar 2026, 21:48 WIB

NABIRE - PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi di wilayah Provinsi Papua Tengah berada dalam kondisi aman guna memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Didukung oleh infrastruktur strategis di Fuel Terminal Nabire dan Timika, Pertamina menjamin ketahanan stok berbagai jenis bahan bakar mulai dari Pertalite, Avtur, hingga LPG bersubsidi untuk menjangkau wilayah pegunungan seperti Puncak dan Intan Jaya.

Ket. Foto: Sales Branch Manager Papua Tengah 1 Pertamina Patra Niaga Muh Rinaldi Suryanto. — Sumber: ANTARA/Ali Nur Ichsan

Sales Branch Manager Papua Tengah 1, Muh Rinaldi Suryanto, menegaskan bahwa selain memperkuat cadangan harian, pihaknya juga menyiagakan armada mobil tangki tambahan guna mengantisipasi puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 17 Maret 2026.

“Untuk stok BBM maupun LPG kami pastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran dan Idul Fitri 1447 Hijriah,” katanya.

Ia menjelaskan ketahanan stok LPG di sana saat ini mencapai sekitar 15 hari dengan konsumsi rata-rata 20 metrik ton per hari. Sementara itu, stok minyak tanah mencukupi selama delapan hari dengan konsumsi sekitar 56 ton liter per hari.

Untuk BBM jenis pertalite, ketahanan stok mencapai tujuh hari dengan konsumsi harian sekitar 199 ton liter. Sedangkan pertamax memiliki ketahanan hingga 10 hari dengan konsumsi sekitar 47 ton liter per hari.

Adapun stok solar atau dexlite saat ini mencukupi sekitar lima hari dengan konsumsi harian mencapai 572 ton liter.

Selain itu, ia mengatakan Pertamina juga menyiapkan bahan bakar pesawat terbang atau avtur dengan ketahanan stok sekitar 13 hari dan konsumsi harian rata-rata 234 ton liter.

Rinaldi mengatakan angka ketahanan stok tersebut bersifat dinamis karena Pertamina secara rutin melakukan penambahan pasokan ketika stok mulai mendekati batas aman di masing-masing fuel terminal.

“Stok ini bersifat dinamis karena suplai terus kami tambah secara berkala, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan,” ujar dia.

Pertamina memprediksi puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 25 Maret 2026.

Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, konsumsi BBM jenis pertalite dan pertamax diperkirakan meningkat sekitar 7,2 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal.

Sementara itu, ia mengatakan konsumsi solar diproyeksikan menurun sekitar 10,8 persen dibandingkan hari normal. Sedangkan kebutuhan avtur diperkirakan meningkat 8,6 persen, sedangkan konsumsi LPG meningkat 14,3 persen dan minyak tanah naik sekitar 9,6 persen.

Rinaldi menambahkan untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama periode Lebaran, seluruh fuel terminal Pertamina di Papua Tengah akan beroperasi penuh.

Penyaluran energi tersebut dilakukan melalui 81 SPBU, lima agen LPG, serta 11 agen minyak tanah bersubsidi yang tersebar di wilayah Papua Tengah.

Selain itu, Pertamina juga menambah armada distribusi dengan menyiapkan 10 unit mobil tangki guna memperkuat pasokan BBM ke SPBU selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.

  • mudik lebaran
  • papua
  • papua tengah
  • pertamina patra niaga
  • stok bbm
  • panic buying bbm

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.