Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Penajam Diminta Jangan Biarkan Lahan Pertanian Menganggur

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 05:05 WIB | Oleh:
Petani Penajam Diminta Jangan Biarkan Lahan Pertanian Menganggur Doc: ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan
Ket. Petani di salah satu wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur melakukan panen padI.

PENAJAM PASER UTARA -- Petani Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur diminta jangan membiarkan lahan pertanian tanaman padi menganggur atau tidak dimanfaatkan agar produksi pangan terus meningkat yang bermuara peningkatan ekonomi masyarakat.

"Pengembangan sektor pertanian sangat penting," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor ketika ditanya mengenai ketahanan pangan di Penajam, Senin.

"Petani diminta untuk tidak membiarkan lahan pertanian tanaman padi ada yang menganggur," tambahnya.

Sektor pertanian harus menjadi salah satu fokus pembangunan kabupaten, lanjut dia, karena memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Optimalisasi lahan pertanian dinilai dapat meningkatkan produksi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara.

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur, juga membuka peluang pasar yang besar bagi hasil pertanian dari daerah sekitar.

Dengan meningkatnya kebutuhan pangan di kawasan IKN, jelas dia, daerah-daerah sekitar dapat mengambil peran sebagai daerah penyangga pangan ibu kota negara baru Indonesia itu.

Lahan pertanian tanaman padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat mencapai 14.070 hektare, satu tahun petani melakukan dua kali panen dengan rata-rata hasil panen padi sekitar 50.000 ton gabah kering panen (GKP).

Dan pada tahun ini juga dilakukan optimalisasi lahan pertanian tanaman padi sekitar 5.436 hektare yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian.

"Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki potensi besar sebagai penyangga IKN," katanya.

Sehingga sekali lagi diingatkan kepada petani agar lahan pertanian yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga produksi pangan terus meningkat, demikian Mudyat Noor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.