Pelatih Irak Minta FIFA Jadwal Ulang Playoff Piala Dunia
Selasa, 10 Mar 2026, 04:33 WIBPARIS â Pelatih tim nasional Irak, Graham Arnold, mendesak FIFA untuk menunda laga playoff antarbenua menuju Piala Dunia setelah konflik yang melibatkan Iran membuat banyak pemain dan staf timnya terjebak dan tidak dapat bepergian.
Irak dijadwalkan menghadapi pemenang laga antara Suriname dan Bolivia pada tanggal 31 Maret di kota Monterrey, Meksiko, dalam pertandingan penentuan tiket ke putaran final Piala Dunia. Namun situasi keamanan yang memburuk membuat rencana tersebut terancam.
Ruang udara Irak ditutup hingga 1 April, sehingga skuad Irak tidak dapat berkumpul ataupun melakukan perjalanan ke luar negeri. Kondisi ini membuat persiapan tim menjadi sangat terganggu.
âJika pertandingan tetap digelar di Meksiko, kami akan mengalami kesulitan untuk keluar dari Baghdad,â kata Arnold dalam wawancara dengan CNN, Senin (9/3).
Pelatih asal Australia itu menjelaskan bahwa sebagian besar pemainnya berbasis di Irak, sementara staf pendukung dan tim medis juga tersebar di beberapa negara.
âSekitar 60 persen pemain saya bermain di Irak. Semua staf pendukung saya tinggal di Irak, sementara tim medis berada di Qatar, dan saat ini kami juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan visa Meksiko,â ujarnya.
Arnold menambahkan bahwa situasi tersebut bahkan memaksanya membatalkan pemusatan latihan yang sebelumnya direncanakan di Amerika Serikat.
âSemua rencana itu sekarang dibatalkan karena kami tidak bisa keluar dari Baghdad,â katanya.
Menurut Arnold, FIFA perlu segera mengambil keputusan karena situasi saat ini dinilai tidak adil bagi Irak. âFIFA harus membuat keputusan dengan cepat karena kondisi ini jelas tidak adil dengan semua kesulitan yang harus kami hadapi,â tegasnya.
Ia kemudian mengusulkan solusi alternatif. Menurutnya, Suriname dan Bolivia tetap bisa memainkan pertandingan playoff mereka di Monterrey pada 26 Maret. Pemenang laga tersebut kemudian dapat menghadapi Irak di Amerika Serikat menjelang dimulainya Piala Dunia.
âSuriname bisa saja bermain melawan Bolivia jika kami tidak bisa datang. Kemudian kami menghadapi pemenangnya tepat sebelum Piala Dunia dimulai, sehingga kami punya waktu mempersiapkan diri dengan baik,â jelas Arnold.
âBolivia dan Suriname tidak memiliki masalah penerbangan, mereka bisa langsung datang dan memainkan pertandingan pada Maret.â
Arnold juga mengungkapkan bahwa federasi sepak bola Irak telah menjalin komunikasi intensif dengan FIFA untuk mencari solusi terbaik. Meski demikian, situasi yang tidak menentu ini memberikan tekanan besar bagi dirinya dan tim.
âIni harus dijalani langkah demi langkah. Situasinya sangat menegangkan, dan saya banyak mengalami malam tanpa tidur karena memikirkan bagaimana merencanakan semuanya dengan benar,â ujarnya.
Sumber dari federasi sepak bola Irak kepada AFP mengatakan bahwa permintaan resmi untuk perubahan jadwal memang telah diajukan kepada FIFA.
âPermintaan Irak diajukan karena delegasi tim nasional tidak dapat melakukan perjalanan dari ibu kota Baghdad,â kata sumber tersebut.
Ia menambahkan bahwa keputusan itu diambil menyusul penutupan ruang udara serta risiko keamanan yang saat ini memengaruhi kawasan tersebut.
- konflik timur tengah
- Piala Dunia
- timnas irak
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Piala Dunia, Argentina Lawan Swiss Berlanjut ke Babak Tambahan Waktu
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Aturan Perlindungan UMKM Terbit, Ekosistem Marketplace Dipaksa Lebih Adil
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Harga BBM Pertamax Diperkirakan Turun Bulan Juli, Merespons Turunnya Harga Minyak Dunia
-
Pemkot Bandung Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Warga yang Membutuhkan Perawatan
-
Terbuka untuk Kolaborasi Musik, Inul Daratista Ungkap Pentingnya Karakter Vokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.