Ikan Asin Banyak Mengandung Formalin

Selasa, 10 Mar 2026, 01:20 WIB

JAKARTA – Pasar-pasar mandiri dinilai masih sering luput pengawasan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta minta pasar tersebut untuk diperketat pengawasannya karena banyak ditemukan ikan asin mengandung formalin. Diakui mengawasai pasar seperti ini lebih sulit. Pasar mandiri sering ada di lingkungan warga.

“Pengawasan harus diperketat karena masih ditemukan produk pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin di ikan asin,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Hasudungan Sidabalok. Dia mengatakan ini usai sidak pengawasan pangan di Lotte Grosir, Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (9/3).

Ket. Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok (tengah) usai melakukan pengawasan pangan secara langsung di Lotte Grosir Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (9/3). — Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza

Hasudungan menyebut, pengawasan pangan terus dilakukan secara rutin di berbagai lokasi penjualan baik pasar tradisional maupun swalayan. Sepanjang tahun lalu, dia telah mengawasi pengawasan pangan segar lebih dari 200 lokasi. Sedangkan sampel yang diperiksa mencapai 30.000.

“Pemprov sudah mengawasi produk pangan, khususnya pangan segar,” tandasnya. Sampel tersebut diuji menggunakan sejumlah parameter untuk memastikan keamanan pangan yang beredar. Pengujian meliputi kandungan formalin, tingkat kebusukan, residu pestisida, klorin, hingga boraks. Selain itu, pemeriksaan dilakukan melalui tiga laboratorium yang dimiliki pemerintah daerah: laboratorium perikanan, peternakan, dan pertanian.

“Dari hasil pemeriksaan, 99 persen pangan segar yang beredar di Jakarta dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” paparnya. Meski demikian, Hasudungan mengakui masih terdapat temuan pelanggaran beberapa jenis produk terutama dari sektor perikanan. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah ikan asin yang mengandung formalin.

“Temuan yang masih ada biasanya pada produk perikanan. Banyak sekali kami temukan ikan asin yang mengandung campuran formalin,” ujarnya. Penggunaan formalin untuk ikan asin, umumnya untuk membuat produk lebih tahan lama dan tampak lebih segar. Padahal, bahan kimia tersebut tidak diperbolehkan digunakan untuk pangan karena sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dalam kesempatan itu, Hasudungan mengungkapkan bahwa pengawasan masih menghadapi kendala di sejumlah lokasi penjualan yang tidak berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah. Pasar mandiri atau pasar lingkungan menjadi salah satu titik yang dinilai lebih sulit diawasi secara rutin. Meski begitu, dia memastikan pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya telah menjalani pengawasan ketat. “Pasar di PD Pasar Jaya kebanyakan aman dari bahan formalin,” tuturnya.

Pemprov Jakarta berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pengawasan pangan guna memastikan keamanan produk yang beredar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi konsumen dari potensi bahaya bahan kimia berbahaya dalam pangan.

  • Makanan Berformalin

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.