Pemkab Nabire Prioritaskan Pengangkatan PPPK untuk Pendidikan dan Kesehatan
Jumat, 06 Mar 2026, 17:00 WIBPemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Papua Tengah, memprioritaskan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Bupati Nabire Mesak Magai di Nabire, Jumat, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat, terutama di distrik-distrik terpencil, dapat berjalan lebih optimal.
âPemerintah daerah memprioritaskan formasi PPPK untuk tenaga guru dan tenaga kesehatan agar pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah 3T bisa lebih maksimal,â katanya.
Menurut dia, banyak wilayah di Kabupaten Nabire yang masih membutuhkan tambahan tenaga guru maupun tenaga kesehatan, sehingga kehadiran aparatur yang ditempatkan melalui skema PPPK diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut.
Menurut dia, langkah tersebut juga didukung dengan penambahan 196 PPPK formasi tahun 2024 yang baru saja diangkat, sehingga diharapkan mampu memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan di daerah.
Ia menilai pelayanan pendidikan dan kesehatan di seluruh distrik harus berjalan optimal mengingat Nabire merupakan ibukota Papua Tengah, sehingga harus bisa menjadi contoh bagi kabupaten lainnya.
Karena itu pihaknya akan meninjau kembali penugasan ASN, baik PNS maupun PPPK, untuk mengisi kekosongan guru dan tenaga kesehatan di wilayah terpencil.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat segera menyerahkan daftar tenaga pendidik dan tenaga medis untuk dievaluasi penempatannya.
Menurutnya, evaluasi diperlukan karena di beberapa sekolah di wilayah perkotaan terdapat jumlah guru yang berlebihan, bahkan satu sekolah dasar dapat memiliki hingga sekitar 20 tenaga pengajar.
Pihaknya terus berupaya melakukan pemerataan tenaga pelayanan dasar agar masyarakat di daerah terpencil memperoleh akses pendidikan dan layanan kesehatan yang sama dengan wilayah perkotaan.
âKami ingin memastikan anak-anak di distrik terpencil tetap mendapatkan layanan pendidikan yang baik, begitu juga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,â ujarnya.
Ia menambahkan di Nabire terdapat dua distrik yang hingga kini masih tergolong sangat sulit dijangkau transportasi, yakni Distrik Dipa dan Distrik Menou.
âDua distrik ini medannya sangat berat. Tetapi pemerintah daerah sedang mencari solusi agar pelayanan pendidikan dan kesehatan tetap bisa menjangkau masyarakat di sana,â ujarnya.
Salah satu rencana pemerintah daerah adalah dengan pemberian honor kepada para tokoh agama di wilayah tersebut agar dapat membantu memberikan pendidikan dasar bagi anak-anak.
- PPPK Nabire
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.