- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Tunda Umumkan Penggan...
Iran Tunda Umumkan Pengganti Khamenei, Israel Ancam Eliminasi Pemimpin Baru
Jumat, 06 Mar 2026, 19:30 WIBJAKARTA - Iran dilaporkan menunda proses penunjukan pemimpin tertinggi baru setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir pekan lalu. Penundaan itu dilakukan karena alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan politik dan militer di kawasan.
Laporan The New York Times menyebutkan otoritas Iran belum menyebutkan nama kandidat secara resmi karena kekhawatiran sosok yang diumumkan akan menjadi target serangan. Meski demikian, putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan posisi tersebut.
Ancaman terhadap calon pemimpin baru Iran juga disampaikan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang ditunjuk untuk menggantikan Khamenei akan menjadi sasaran militer Israel.
"Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh Iran untuk menggantikan Ali Khamenei akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi. Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi," ujar Katz.
Mojtaba Khamenei sendiri selama ini dikenal jarang tampil di ruang publik, namun memiliki kedekatan dengan sejumlah pejabat penting Iran serta Korps Garda Revolusi Islam yang berpengaruh. Namanya mulai banyak dibicarakan setelah muncul sebagai kandidat utama dalam proses suksesi kepemimpinan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi kemungkinan tersebut dengan menyatakan penolakannya terhadap Mojtaba Khamenei. Ia menilai putra Khamenei tersebut tidak layak memimpin Iran.
"Mereka hanya membuang-buang waktu. Putra Khamenei itu orang yang tidak berbobot," kata Trump kepada Axios.
Trump juga menambahkan bahwa Amerika Serikat menginginkan sosok pemimpin yang mampu membawa stabilitas dan perdamaian di Iran.Â
"Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran," ujarnya.
Lebih lanjut, Trump bahkan menyatakan Amerika Serikat seharusnya memiliki peran dalam proses penunjukan pemimpin baru Iran. Ia membandingkan situasi tersebut dengan keterlibatan Amerika Serikat dalam dinamika politik di Venezuela sebelumnya.
"Saya harus terlibat dalam penunjukan tersebut, seperti halnya dengan Delcy di Venezuela," kata Trump.
Dalam wawancara lain dengan NBC News, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya ingin merombak struktur kepemimpinan Iran secara menyeluruh. Ia berharap Iran dipimpin oleh sosok yang lebih rasional dan mampu membawa perubahan.
"Kami ingin masuk dan membersihkan semuanya. Kami ingin mereka memiliki pemimpin yang baik," ujar Trump.
Meski berbagai spekulasi terus berkembang, hingga kini Iran belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut. Proses suksesi diperkirakan akan berlangsung hati-hati di tengah tekanan politik dan keamanan yang meningkat.
- konflik timur tengah
- Iran
- Ayatollah Ali Khamanei
- Gejolak Geopolitik
- Konflik Iran
- Perang Iran-Israel
- Konflik Iran-Israel
- Konflik AS-Iran
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
270 Hektare Lahan PTPN I di Deli Serdang Diubah Jadi Lumbung Pangan Nasional
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Christopher Nolan dan Matt Damon Kunjungi India untuk Premiere Global 'The Odyssey'.
-
Militer AS Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Iran Setelah Pangkalan di Yordania Diserang
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Aturan Perlindungan UMKM Terbit, Ekosistem Marketplace Dipaksa Lebih Adil
-
Dinsos Sigi Siapkan Dapur Umum di Desa Kamarora Nokilalaki Pascagempa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.