WEC Tunda Seri Pembuka Qatar, Balapan F1 Masuk Sorotan
Kamis, 05 Mar 2026, 08:45 WIBLONDON â Ajang balap mobil ketahanan dunia FIA World Endurance Championship (WEC) resmi menunda seri pembuka musim di Qatar menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Keputusan diambil setelah serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu penutupan sejumlah bandara di kawasan Teluk, termasuk Doha.
Balapan Qatar yang menempuh jarak 1812km sejatinya dijadwalkan berlangsung 26â28 Maret di Lusail International Circuit, sirkuit yang juga menjadi tuan rumah MotoGP dan Formula 1. Namun faktor keamanan memaksa panitia mengambil langkah preventif.
âDengan keselamatan dan keamanan para pembalap, ofisial, serta penggemar sebagai prioritas utama, keputusan telah diambil untuk menunda acara ini,â demikian pernyataan resmi WEC.
Musim ketahanan dunia, yang puncaknya adalah 24 Hours of Le Mans pada Juni, kini akan diawali di Italia melalui seri Six Hours of Imola, 17â19 April mendatang.
Presiden Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), Mohammed Ben Sulayem, menyampaikan apresiasi kepada promotor lokal dan WEC atas pendekatan kolaboratif dalam mengambil keputusan. Ia memastikan Qatar 1812km akan dijadwalkan ulang pada paruh akhir musim 2026.
Seri WEC menjadi event motorsport besar pertama di kawasan yang dibatalkan sejak konflik meletus akhir pekan lalu. Penutupan wilayah udara Teluk menyebabkan kekacauan perjalanan internasional.
Formula 1 Dalam Pengawasan
Situasi ini otomatis menempatkan kalender Formula 1 dalam sorotan. Bahrain dan Arab Saudi dijadwalkan menggelar balapan pada April. Grand Prix Bahrain akan menjadi seri keempat musim ini pada 12 April, disusul balapan di Jeddah sepekan kemudian.
Namun, serangan rudal Iran yang menghantam Doha, Dubai, Manama, hingga wilayah Arab Saudi menimbulkan tanda tanya besar. Terlebih, tiket tribun untuk balapan Bahrain dilaporkan telah terjual habis sebelum konflik pecah.
Menjadwal ulang balapan akan menjadi tantangan berat. Cuaca panas ekstrem di paruh akhir tahun serta padatnya kalender 24 seri membatasi opsi penyesuaian. Sejumlah media Eropa berspekulasi bahwa sirkuit alternatif seperti Imola, Le Castellet (Prancis), atau Portimão (Portugal) bisa menjadi kandidat pengganti jika diperlukan.
Otoritas Bahrain International Circuit menyatakan masih terlalu dini untuk menilai dampak situasi terhadap akhir pekan balapan. âDari sisi operasional, kami tetap melanjutkan persiapan,â tulis mereka dalam pernyataan resmi.
Sumber internal F1 menyebut keputusan final masih beberapa pekan lagi, dengan keselamatan seluruh pihak sebagai prioritas utama. Pihak penyelenggara juga berkoordinasi dengan otoritas lokal, Kantor Luar Negeri Inggris, dan Departemen Luar Negeri AS.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Lonjakan Minat ke Instrumen Safe Haven
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
-
Kereta Dhoho Hantam Truk Muatan Pasir yang Mogok di Blitar
-
Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.