Harga Minyak Naik Lebih dari 1% di Awal Perdagangan Asia

Kamis, 05 Mar 2026, 11:28 WIB

TOKYO - Harga minyak naik lebih dari 1 persen di awal perdagangan Asia pada Kamis (5/3), menyusul kekhawatiran yang terus berlanjut tentang pasokan karena konflik di Timur Tengah.

Sekitar pukul 2 pagi GMT (Pukul 09.00 WIB ), West Texas Intermediate, yang ditutup hampir tidak berubah pada hari Rabu di US$74,66 per barel, naik 1,45 persen menjadi US$75,74 per barel setelah naik hampir 2 persen pada pembukaan.

Ket. Foto: Anjungan minyak dan pompa minyak di Danau Maracaibo, Cabimas, Venezuela, pada 26 Januari 2026. — Sumber: CNA/Reuters

Brent North Sea Crude, yang berakhir datar pada hari sebelumnya di US$81,40 per barel, tidak diperdagangkan.

Namun setelah beberapa hari mengalami penurunan pasar, saham-saham Asia naik di awal perdagangan pada hari Kamis.

Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, pulih lebih dari 11 persen, setelah anjlok lebih dari 12 persen sehari sebelumnya, dan indeks Nikkei Jepang juga naik lebih dari 4 persen, menyusul reli semalam di Wall Street.

"Meskipun kita dapat membuat berbagai macam skenario probabilitas, mulai dari eskalasi tanpa batas hingga hasil yang terkendali, kenyataannya adalah kita masih terus memantau berita utama dan informasi intelijen yang terus bermunculan," kata Stephen Innes dari SPI Asset Management.

Konflik AS-Israel dengan Iran yang dimulai pada hari Sabtu telah secara efektif menutup jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.

Seperlima dari minyak mentah dunia yang diangkut melalui laut melewati jalur air ini, serta sejumlah besar gas alam cair.

Presiden Donald Trump berusaha meredakan kekhawatiran tentang terputusnya pasokan minyak, dengan mengatakan pada hari Selasa bahwa Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker minyak dan bahwa AS akan menawarkan asuransi kepada para pengirim barang.

Ini adalah serangan keempat yang dilaporkan di perairan regional dalam 24 jam, setelah proyektil menghantam atau mendarat di dekat tiga kapal lain di lepas pantai Uni Emirat Arab dan Oman.

Garda Revolusi Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka memiliki "kendali penuh" atas jalur air vital tersebut.

Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, dengan S&P 500 naik 0,8 persen, dan pasar Eropa juga menguat. Namun, saham-saham Asia anjlok tajam.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.