Republika Hadirkan AI Keislaman Aiman dan Aisha, Ketika Keimanan Bertemu Teknologi
Rabu, 04 Mar 2026, 20:49 WIBJAKARTA â Di tengah percepatan transformasi digital, sebuah ikhtiar strategis untuk menghadirkan teknologi yang berpijak pada nilai-nilai agama resmi diluncurkan. Bertempat di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta pada Rabu (4/3/2026), Republika menggelar Grand Launching platform kecerdasan buatan (AI) keislaman bernama Aiman & Aisha.
Mengusung tema âWhen Faith Meets Technology: Designing AI with Moral Architectureâ, acara ini menjadi tonggak baru dalam upaya menjaga kedaulatan digital umat, dengan menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga berarsitektur moral. Platform inovatif ini juga didukung oleh BytePlus sebagai mitra teknologi strategis.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, turut menyampaikan dukungannya terhadap peluncuran Aiman & Aisha sebagai inovasi strategis dalam penguatan literasi keagamaan berbasis digital. Ia menilai, pemanfaatan kecerdasan buatan yang dirancang dengan fondasi nilai-nilai Alquran merupakan langkah progresif yang sejalan dengan kebutuhan umat di era transformasi teknologi.
âKita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi, tetapi kita bisa mengarahkannya agar selaras dengan nilai-nilai agama dan kebudayaan bangsa. Inisiatif seperti Aiman & Aisha menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat dikembangkan dengan tanggung jawab moral dan komitmen keilmuan,â ujar Menteri Agama.
Menurutnya, kehadiran platform AI berbasis Alquran ini dapat menjadi sarana penguatan moderasi beragama, memperluas akses masyarakat terhadap rujukan keislaman yang sahih, sekaligus mendorong peningkatan literasi digital umat secara bijak dan kritis.
âKementerian Agama menyambut baik ikhtiar yang menghadirkan teknologi sebagai wasilah pencerahan. Selama dikembangkan dengan prinsip kehati-hatian, akurasi rujukan, dan semangat kemaslahatan, inovasi seperti ini dapat menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran Islam yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,â tambahnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara institusi media, pengembang teknologi, dan pemangku kepentingan keagamaan terus diperkuat agar transformasi digital tidak hanya menghasilkan kemajuan teknis, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai spiritual dan etika publik di ruang digital.
Â
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Republika. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk adaptasi progresif industri media nasional dalam menghadapi gelombang transformasi digital. Lebih dari sekadar inovasi, Aiman & Aisha adalah representasi nyata bagaimana kecerdasan buatan dapat dirancang khusus untuk mendukung ekosistem konten keislaman yang terkurasi.
âKehadiran Aiman & Aisha ini harus kita maknai sebagai upaya menjaga kedaulatan digital kita, di mana kecerdasan buatan dibangun di atas referensi yang kuat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,â ujar Nezar Patria.
Ia menegaskan, pengembangan AI oleh institusi media nasional seperti ini sangat penting. Tujuannya agar algoritma yang berinteraksi dengan masyarakat tetap berpijak pada integritas data dan keberagaman konteks budaya Indonesia. Dengan demikian, teknologi tidak menjadi entitas yang asing dan tercerabut dari realitas sosial penggunanya.
Lebih lanjut, Nezar mengingatkan bahwa meskipun AI menawarkan efisiensi luar biasa, peran manusia dalam melakukan kurasi dan menjaga empati tetap tidak tergantikan. Ia berharap Aiman & Aisha dapat menjadi wasilah (perantara) pembelajaran digital yang mengawinkan teknologi mutakhir dengan kearifan Islam.
âKita ingin AI seperti Aiman & Aisha menjadi mitra bagi pengguna internet, bukan justru menggantikan kedalaman berpikir yang menjadi inti dari tugas seorang intelektual,â pesan Nezar.
Senada dengan Wamenkomdigi, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, melihat peluncuran ini sebagai bagian dari mata rantai panjang strategi dakwah yang terus bertransformasi. Ia menjelaskan bahwa dakwah senantiasa meniscayakan kearifan dan kreativitas yang mengikuti perkembangan zaman.
âDahulu, Nabi dan para sahabat menggunakan sastra dan berbagai produk budaya sebagai sarana menghadirkan pembaruan. Di era 1900-an, Muhammadiyah menggunakan gerakan sosial sebagai sarana dakwah yang efektif karena mampu menjawab problematika sosial,â urai guru besar yang meraih gelar doktor dari Western Michigan University, Amerika Serikat ini.
âSaat ini, kehadiran kecerdasan buatan Aiman & Aisha merupakan ikhtiar strategis untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai wasilah mencerahkan masyarakat luas dengan Islam berkemajuan,â tegasnya.
Hilman menambahkan, teknologi digital bagi umat Islam adalah berkah ilmu pengetahuan. Sarana ini perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk penguatan literasi umat. Daya dukung teknologi digital mampu mengintegrasikan kekuatan sumber daya dan sistem informasi untuk pengembangan dakwah yang kreatif dan berkelanjutan.
Ia mencontohkan, selain untuk melengkapi sarana dakwah yang ada, keunggulan Aiman & Aisha bisa juga didorong untuk pengembangan literasi, seperti literasi zakat. Kelebihan platform ini memungkinkan setiap orang, melalui gawainya, turut serta dalam penyebaran informasi edukatif dan inovatif.
âSemoga peluncuran platform AI keislaman Aiman & Aisha bisa mewarnai referensi digital umat Islam berbasis kecerdasan buatan yang unggul dan bisa diterima secara masif oleh semua kalangan,â pungkasnya.
Direktur Republika, Rangga Danu, menjelaskan bahwa kehadiran Aiman & Aisha dilandasi oleh kebutuhan riil umat terhadap jawaban keagamaan yang cepat, terpercaya, dan sesuai syariah. Di tengah kehidupan sehari-hari yang serba cepat, pertanyaan tentang ibadah, muamalah, hingga etika sosial kerap muncul secara mendesak, sementara akses terhadap rujukan komprehensif tidak selalu mudah.
âAiman & Aisha merupakan sahabat belajar Agama Islam berbasis AI yang mengacu hanya pada Alquran yang dirancang untuk memberikan jawaban cepat, terstruktur, dan selaras dengan prinsip-prinsip syariah atas berbagai pertanyaan keislaman sehari-hari. Kami menghadirkan standar baru, AI dengan arsitektur moral, yang mengedepankan kehati-hatian, kejelasan rujukan, dan tanggung jawab etis,â jelas Rangga.
Ia menambahkan, dalam rangka menyambut bulan suci, Republika memberikan akses gratis kepada masyarakat untuk memanfaatkan Aiman & Aisha selama Ramadan sebagai teman ibadah dan mudik bagi semua orang. Siapapun dapat bertanya kepada Aiman & Aisha tanpa dipungut biaya.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas manfaat platform sebagai pendamping spiritual digital, khususnya pada momentum Ramadan yang sarat dengan peningkatan kebutuhan literasi ibadah, konsultasi syariah, hingga panduan etika sosial selama perjalanan mudik.
Untuk selanjutnya, masyarakat dapat menikmati akses bertanya tanpa batas kepada Aiman & Aisha sekaligus mendukung gerakan Dakwah Sosial Republika mulai dari Rp 8.000 saja.
Kekhasan platform ini, lanjutnya, terletak pada intentional constraint atau pembatasan yang disengaja sebagai bentuk tanggung jawab epistemik. Aiman & Aisha tidak berambisi menjawab semua hal, melainkan fokus pada hal-hal yang dapat dipertanggungjawabkan secara Qurâani dan syarâi.
âPendekatan ini kami yakini dapat meningkatkan kepercayaan, mengurangi kebisingan interpretatif, serta mengembalikan Alquran sebagai pusat orientasi. Dengan memadukan fondasi wahyu dan kecanggihan teknologi, kami memposisikan Aiman & Aisha bukan sekadar chatbot, melainkan human-centered digital muallim, pendamping pembelajaran Islam yang relevan dengan dinamika zaman,â ujar dia.
Melalui peluncuran ini, Republika menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi media, tetapi juga sebagai penggerak literasi dan inovasi berbasis nilai.
Keandalan teknologi Aiman & Aisha tidak lepas dari kolaborasi dengan BytePlus sebagai mitra teknologi strategis. BytePlus menyediakan solusi cerdas yang diakui secara global untuk mendukung pengembangan infrastruktur AI platform ini.
Dengan memanfaatkan kapabilitas dan teknologi BytePlus ModelArk, yang dipadukan dengan data pelatihan skala besar yang dihimpun Republika, Aiman & Aisha dirancang untuk menyajikan informasi yang bersumber dari dan terbatas pada Al-Quran serta prinsip-prinsip syariah.
Pendekatan ini bertujuan menghadirkan rujukan yang lebih terarah dan relevan di tengah derasnya arus informasi digital yang belum terverifikasi.
Kehadiran platform ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi mutakhir dapat diarahkan untuk menjaga kemurnian sumber ilmu sekaligus meningkatkan literasi keagamaan masyarakat. Ke depannya, BytePlus berharap tetap dapat mendukung Republika dalam mengembangkan dan menyempurnakan kapabilitas Aiman & Aisha.
 Saat ini, Aiman & Aisha telah tersedia di website Republika dan dapat diakses melalui tautan https://aimanaisha.republika.co.id/
- Aiman dan Aisha
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.