Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Cuma Bikin Kenyang, Program Makan Gratis Ternyata Suntik PDB Hingga Rp26 Triliun

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Bukan Cuma Bikin Kenyang, Program Makan Gratis Ternyata Suntik PDB Hingga Rp26 Triliun Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
Ket. Ketua Tim Peneliti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Iwan Hermawan memaparkan hasil penelitiannya dalam Seminar Hasil Riset Program MBG di Jakarta, Rabu (4/3).

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan stimulus signifikan terhadap perekonomian nasional dengan potensi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp26 triliun. 

Riset dilakukan sepanjang tahun 2025, dengan metode Computable General Equilibrium (CGE), Structural Equation Modelling (SEM), Pendekatan Institutional Analysis and Development (IAD), dan Pendekatan Importance Performance Analysis (IPA) di Provinsi Bangka Belitung dan Jawa Barat, dengan sampel sebanyak 855 orang. 

"Program MBG memberikan dampak makroekonomi yang positif dan terukur. Jadi, simulasinya menunjukkan peningkatan tambahan PDB itu sebesar Rp14,5-26 triliun," kata Ketua Tim Peneliti Program MBG BRIN Iwan Hermawan dalam Seminar Hasil Riset Program MBG di Jakarta, Rabu. 

Iwan memaparkan angka tersebut disertai kenaikan konsumsi agregat hingga 0,19 persen dan investasi hingga 0,24 persen, dengan tekanan inflasi yang relatif terkendali.

Angka tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa MBG bekerja melalui penguatan permintaan domestik dan aktivitas sektor riil.  

"Kenapa harus konsumsi dan investasi? Karena di komposisi PDB dua itu yang punya proporsi yang besar, jadi kalau mereka meningkat dan nilainya besar dan akan mendorong PDB. Apalagi nanti 2029 (ditargetkan pertumbuhan) mau 8 persen, jadi harusnya sih ini sejalan untuk ke sana, dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali," ujar Iwan. 

Selanjutnya, Iwan juga mengungkapkan dampak ekonomi yang dihasilkan dari Program MBG berjalan dari hulu ke hilir, terutama di sektor pangan dan penyerapan tenaga kerja.

"Peningkatan produksi terutama itu terjadi di beras, hasil olahan daging, susu, hortikultura, kemudian diikuti juga serapan tenaga kerja hingga 0,19 persen di sektor pangan dan pengolahan," lanjut dia. 

Iwan juga mengungkapkan Program MBG dinilai efektif oleh penerima manfaat dan juga pemangku kepentingan. 

"Secara umum kinerja program telah mendekati dengan ekspektasi mereka, walaupun mungkin ada catatan terkait dengan jumlah makanannya," ungkapnya.  

Berdasarkan hasil riset ini, BRIN merekomendasikan agar MBG perlu diperkuat dengan mengarahkan program ini pada pada pembangunan dashboard nasional berbasis output–outcome yang mengintegrasikan standar gizi, keamanan pangan, distribusi, dan kinerja tata kelola secara real-time dan transparan.  

Iwan juga menekankan sistem jaminan mutu perlu diperkuat melalui supervisi berbasis risiko dan fungsi quality assurance yang independen untuk menjaga konsistensi standar layanan nasional.  

"Keberlanjutan program ditentukan oleh kapasitas SDM dan komunikasi publik yang efektif, melalui pelatihan berkala, pelibatan komunitas, serta strategi komunikasi yang jelas dan membuka ruang umpan balik masyarakat." tutur Iwan Hermawan.  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.