UE Desak Iran Deeskalasi Guna Setop Penyebaran Konflik

Selasa, 03 Mar 2026, 02:55 WIB

BRUSSELS - Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, pada Senin (2/3) menyerukan pengurangan ketegangan yang mendesak untuk mencegah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran menyebar di seluruh Timur Tengah.

Ketua UE pun mengecam serangan sembrono dan tanpa pandang bulu oleh Iran dan proksinya terhadap wilayah kedaulatan di seluruh kawasan, setelah serangan menghantam pangkalan udara Inggris di Siprus dan fasilitas minyak Saudi.

Ket. Foto: Asap hitam membubung dari lokasi Kedutaan Besar AS di Kota Kuwait pada Senin (2/3) akibat serangan dari Iran. Selain Kedubes AS, serangan Iran juga menyasar pangkalan Ali Al Salem yang menampung pasukan AS di Kuwait — Sumber: AFP

"Kita harus bekerja keras untuk mengurangi ketegangan dan menghentikan penyebaran konflik," kata Von der Leyen kepada wartawan di Brussels, Belgia, seraya menegaskan bahwa stabilitas kawasan sangat penting. "Situasinya tetap tidak menentu," kata Von der Leyen, yang berkonsultasi dengan sembilan pemimpin Timur Tengah selama akhir pekan dan akan memimpin pertemuan krisis dewan komisioner UE pada Senin waktu setempat.

Meskipun perkembangan tersebut sangat mengkhawatirkan, Von der Leyen menegaskan kembali bahwa pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, membawa harapan baru bagi rakyat Iran yang tertindas. "Kami sangat mendukung hak mereka untuk menentukan masa depan mereka sendiri," kata dia seraya menyerukan transisi yang kredibel, penghentian program nuklir dan balistik Iran, dan pengakhiran aktivitas yang merusak stabilisasi.

Von der Leyen sebelumnya pada Senin menekankan bahwa UE sepenuhnya mendukung negara-negara anggotanya setelah sebuah dronie Iran jatuh ke pangkalan Inggris di Siprus. "Meskipun Republik Siprus bukanlah targetnya, izinkan saya menegaskan: kami berdiri bersama, dengan tegas dan tanpa ragu-ragu bersama negara-negara anggota kami dalam menghadapi ancaman apapun," tulis dia di media sosial X.

Sasar Kuwait

Sementara itu seorang koresponden AFP pada Senin melaporkan ia menyaksikan asap hitam mengepul dari Kedutaan Besar AS di Kuwait. Kedutaan Besar AS di Kuwait tidak mengumumkan bahwa mereka telah diserang, tetapi mengeluarkan peringatan keamanan yang mendesak orang-orang untuk menjauh. “Ancaman serangan misil dan drone terus berlanjut di atas Kuwait.

Jangan datang ke kedutaan,” demikian bunyi pernyataan itu. Selain itu dilaporkan pula bahwa Kuwait telah secara keliru menembak jatuh pesawat tempur AS yang tidak menimbulkan korban jiwa, saat Iran melanjutkan serangan pembalasan di Teluk untuk hari ketiga. Tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait pada Minggu (1/3) malam, kata Komando Pusat AS (CENTCOM).

“Kuwait telah mengakui insiden ini, dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait dan dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini,” imbuh CENTCOM.

Sebuah pangkalan AS dan sebuah pembangkit listrik juga menjadi sasaran, dalam apa yang merupakan eskalasi paling dramatis bagi negara kecil di Teluk itu dalam beberapa dekade, setelah invasi AS ke Irak pada tahun 2003 dan upaya Baghdad untuk mengambil alih Kuwait pada tahun 1990.

Ledakan juga terdengar di kota-kota Teluk seperti Abu Dhabi, Dubai, Doha, dan Manama ketika Iran menargetkan sekutu AS di Teluk setelah pemimpin tertingginya tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.

Secara terpisah, militer Iran mengatakan telah menargetkan pangkalan udara Ali Al Salem yang menampung pasukan AS di Kuwait, serta kapal-kapal di Samudra Hindia, dengan menembakkan 15 misil jelajah.

Kuwait yang negara kecil kaya minyak ini, memiliki kehadiran militer AS yang besar yang berasal dari invasi Irak tahun 1990, yang berhasil dipukul mundur oleh koalisi pimpinan AS yang membantu tentara Kuwait. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.