Momen Sejuk di Glodok: Pramono, Anies, dan Para Mantan Gubernur Jakarta Rayakan Cap Go Meh Bersama

Selasa, 03 Mar 2026, 21:10 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri perayaan Cap Go Meh yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Pancoran Chinatown Point, Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3). Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta turut hadir dalam kesempatan itu, di antaranya Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Baswedan, Teguh Setyabudi, dan Djarot Saiful Hidayat. Kehadiran para tokoh lintas periode tersebut dinilai sebagai simbol kesinambungan pembangunan dan komitmen bersama untuk Jakarta.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri perayaan Cap Go Meh yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Pancoran Chinatown Point, Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3). Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Menurut Pramono, perayaan Cap Go Meh yang bersanding dengan suasana Ramadan menunjukkan wajah asli Jakarta sebagai ruang perjumpaan berbagai budaya. Ia menyebut akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi telah tumbuh dan diterima dengan baik dalam kehidupan sosial ibu kota.

"Ini menunjukkan bahwa acara kebersamaan yang diadakan Pemprov DKI Jakarta bersama INTI berjalan dengan baik. Kehadiran Bang Foke, Pak Sutiyoso, Mas Anies, Pak Djarot, dan lainnya sangat berarti. Ini menandakan kesinambungan pembangunan di Jakarta berjalan dengan baik," ujar Pramono.

Ia menegaskan Jakarta merupakan melting pot budaya yang hidup dalam harmoni, di mana setiap etnis dan komunitas memberi kontribusi nyata bagi kemajuan kota. Tradisi yang berkembang di ruang sosial yang sama, lanjutnya, menjadi kekuatan kolektif dalam membangun identitas Jakarta yang inklusif.

20260303210723_siaranpers_pemprov_dki-20260303202118_p9xqy7_729.jpg

Sebagai bentuk penguatan identitas budaya tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun Museum Peranakan di Jalan Keadilan. Museum itu akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan Glodok-Pancoran yang terkoneksi dengan proyek MRT fase lanjutan, sehingga memperkuat kawasan sebagai destinasi wisata budaya.

"Saya ingin menyampaikan bahwa warga Tionghoa telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Jakarta. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Museum Peranakan di Jalan Keadilan. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bagi Jakarta," ucapnya.

Perayaan Cap Go Meh sekaligus menutup rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026 yang telah berlangsung sejak 13 Februari. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelestarian budaya dan penguatan nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat ibu kota.

Rangkaian acara berlangsung sejak pagi dengan menampilkan berbagai atraksi budaya, seperti tari selendang dendang, barongsai, liong, tanjidor, egrang, hingga ondel-ondel. Bazar UMKM juga digelar untuk mendorong partisipasi pelaku usaha lokal dalam momentum perayaan budaya tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta menerima Rekor MURI atas penerbangan flying drone LED pertama di Indonesia. Selain itu, diumumkan pula para pemenang Lomba Dekorasi Imlek 2026 dari kategori kementerian/lembaga, hotel, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan.

Pramono menekankan perayaan Cap Go Meh yang beriringan dengan Ramadan menjadi bukti nyata bahwa keberagaman merupakan kekuatan Jakarta. Ia mengajak seluruh warga untuk terus merawat harmoni dan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan inklusif.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.