DPR Tegaskan Pemerintah dan BUJT Harus Pastikan Kesiapan Tol Trans Sumatra Sebelum Mudik
Senin, 02 Mar 2026, 22:20 WIBJAKARTA-Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M. Daud mendesak pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memastikan kesiapan infrastruktur Tol Trans Sumatra sebelum arus mudik Lebaran 2026 dimulai. Perbaikan kerusakan ruas jalan hingga kesiapan rest area, menurutnya, akan sangat membantu kelancaran para pemudik asal Sumatra.
"Arus mudik akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Kami meminta pemerintah segera memastikan Jalan Tol Sumatra benar-benar siap. Kualitas permukaan jalan harus dipastikan mulus, aman, dan layak dilintasi. Jangan sampai ada perbaikan yang justru baru dilakukan saat arus mudik sudah berjalan," ujar Ruslan dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (2/3).
Ruslan mengungkapkan dirinya menerima keluhan masyarakat terkait kerusakan ruas tol Sumatra. Salah satunya titik lubang di ruas Tol Kayu AgungâPalembang yang dinilai membahayakan keselamatan pemudik. âKami berharap lubang atau kondisi jalan yang tidak rata di ruas tol tersebut segera diperbaiki. Kami tidak ingin jalan tol yang harusnya menjadi solusi kelancaran mobilitas, bukan justru menjadi titik rawan kecelakaan akibat kualitas aspal yang buruk,â ujarnya.
Selain kondisi fisik jalan, legislator asal Aceh ini juga menyoroti pentingnya optimalisasi fasilitas pendukung. Ia meminta pengelola jalan tol melakukan inspeksi menyeluruh terhadap lampu penerangan jalan, marka, hingga sistem drainase guna mengantisipasi cuaca ekstrem. Penerangan yang minim di sepanjang jalur Sumatera menjadi catatan kritis karena sangat berpengaruh pada keselamatan pengemudi saat perjalanan malam hari.
"Kami meminta sarana penerangan di sepanjang jalan tol dipastikan berfungsi optimal. Penerangan yang baik sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengemudi, terutama untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelelahan dan jarak pandang yang terbatas," tegas Politisi Fraksi PKB ini.
Lebih lanjut, Ruslan mengingatkan pengelola untuk membenahi manajemen rest area. Fasilitas seperti ketersediaan air bersih, toilet higienis, dan pengaturan parkir harus diperhatikan secara serius untuk menampung lonjakan pemudik. Menurutnya, rest area yang memadai merupakan instrumen penting untuk menekan angka kecelakaan akibat faktor kelelahan pengemudi.
"Rest area memiliki peran penting dalam menekan risiko kecelakaan. Jika fasilitasnya baik, pengemudi bisa beristirahat dengan layak. Hal ini tidak boleh diabaikan demi keselamatan nyawa masyarakat," pungkasnya.Â
- Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)
- DPR RI
- Ramadan Idul Fitri (RAF)
- Kementerian PU
- Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
KemenPU Minta Pemda Segera Kirim Data Infrastruktur Terdampak Gempa Flores, Penanganan Diprioritaskan
-
93 Sekolah Rakyat Permanen Dibangun! Prabowo: Ini Cara Putus Rantai Kemiskinan
-
KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu
-
Pertama di RI! Lombok Punya Jembatan yang Bisa ‘Geser’ Biar Kapal Nelayan Lewat
-
Gempa M7,7 Lumpuhkan Akses Flores! PU Kebut Perbaikan Jembatan & Jalan
-
Saluran Irigasi Tertutup Longsor! PU Kebut Penanganan Air Bersih Pasca Gempa Flores
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.