Perang AS-Israel di Iran: Media Pemerintah Konfirmasi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Keluarganya Tewas

Minggu, 01 Mar 2026, 09:13 WIB

TEHERAN - Media pemerintah Iran kini melaporkan bahwa pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, memang telah tewas dalam serangan AS-Israel. 

Dari Al Jazeera, hal itu kini telah dikonfirmasi oleh kantor berita Tasnim dan Fars.

Ket. Foto: Konfirmasi ini menyusul pernyataan presiden AS bahwa kematian Khamenei adalah 'keadilan bagi rakyat Iran' di tengah seruan untuk perubahan rezim. — Sumber: Istimewa

Media pemerintah Iran mengatakan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei juga tewas.

Masa berkabung nasional selama 40 hari dan tujuh hari libur nasional akan diperingati di Iran setelah ia dibunuh di kantornya pada Sabtu dini hari, menurut laporan media pemerintah.

Beberapa jam lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan di media sosial bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan gabungan AS-Israel yang menghantam setidaknya empat bangunan di kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran pada Sabtu pagi.

Khamenei mengambil alih kepemimpinan Republik Islam pada tahun 1989 setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin karismatik yang telah mempelopori revolusi Islam satu dekade sebelumnya.

Meskipun Khomeini adalah kekuatan ideologis di balik revolusi yang mengakhiri kekuasaan monarki Pahlavi, Khamenei-lah yang membentuk aparat militer dan paramiliter yang menjadi pertahanan Iran terhadap musuh-musuhnya, dan memberinya pengaruh yang meluas jauh melampaui perbatasannya.

Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, ia telah memimpin Iran sebagai presiden melalui perang berdarah dengan Irak pada tahun 1980-an.

Para analis mengatakan bahwa konflik yang berkepanjangan, ditambah dengan rasa isolasi di antara banyak warga Iran karena negara-negara Barat mendukung pemimpin Irak Saddam Hussein, memperdalam ketidakpercayaan Khamenei terhadap Barat secara umum dan Amerika Serikat secara khusus.

Sentimen tersebut akan menjadi landasan pemerintahannya yang berlangsung selama beberapa dekade dan memperkuat gagasan bahwa Iran harus tetap dalam keadaan siaga terus-menerus terhadap ancaman eksternal dan internal.

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.