Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Gejolak di Pasar, Bapanas Intensifkan Pemantauan Harga Pangan Pokok

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 08:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Antisipasi Gejolak di Pasar, Bapanas Intensifkan Pemantauan Harga Pangan Pokok Doc: istimewa
Ket. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (kanan) melalukan pengecekan harga pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (28/2)

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengintensifkan pemantauan harga pangan pokok strategis hingga ke tingkat pasar rakyat guna memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi selama bulan suci Ramadan. Kali ini, pengecekan dilakukan langsung di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur pada Sabtu (28/2).

Di lokasi tersebut, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa secara umum harga pangan relatif sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP), meskipun masih terdapat beberapa komoditas yang berada sedikit di atas ketentuan.

“Saya bersama tim dari Pasar Jaya sudah melihat langsung harga beberapa komoditas. Daging sapi di belakang saya ini Rp 135.000 sampai Rp 140.000 per kilogram. Telur sekitar Rp 30.000 sampai Rp 31.000, masih sedikit di atas HAP. Daging ayam sangat bagus, bahkan di bawah HAP, harga karkasnya Rp 36.000 sampai Rp 38.000,” ujar Ketut.

“Kemudian bawang merah memang masih agak tinggi, di kisaran Rp 55.000 per kilogram, walaupun di pasar induk sudah mulai turun. Cabai rawit merah sekitar Rp 100.000 dan sudah mulai ada penurunan. Cabai merah keriting relatif sesuai HAP di angka Rp 40.000. Bawang putih Rp 35.000 dan gula masih sesuai dengan HAP. Mudah-mudahan ini bisa kita jaga terus dengan kolaborasi bersama Pasar Jaya agar harga tetap terkendali,” lanjutnya.

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara, Hilal, menyampaikan bahwa ketersediaan stok relatif mencukupi. “Kalau buat stok cukup sih. Harapannya sih bisa ada pengketatan harga aja gitu. Jadi kita bisa jual murah gitu, nggak mahal. Jadi daya beli masyarakat bisa terjangkau lah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, untuk komoditas lainnya seperti cabai merah besar terpantau Rp 60.000 per kilogram, Minyakita tercatat Rp 15.700 per kilogram, sementara gula pasir Rp 17.500 per kilogram.

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) M3 Februari 2026 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta mencatatkan nilai IPH sebesar -0,3 persen, menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas dengan andil negatif terdalam di DKI Jakarta antara lain bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Hal ini sejalan dengan hasil pemantauan di Pasar Jatinegara, di mana harga daging ayam ras terpantau di kisaran Rp 36.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp 30.000–31.000 per kilogram, relatif sesuai dengan HAP.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa upaya stabilisasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan dan pelaku usaha, mulai menunjukkan hasil. Meski demikian, komoditas yang masih berada di atas HAP akan tetap menjadi perhatian untuk dilakukan langkah stabilisasi lebih lanjut guna mencegah potensi gejolak harga yang dapat merugikan konsumen.

Bapanas akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi dengan pengelola pasar serta Satgas Saber Pangan guna menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga yang wajar selama Ramadan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Daerah
Lahan Gambut Diminta Terus ...

Pejabat Diduga Minta Uang Buka Blokir Lahan Milik Summarecon

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pejabat Diduga Minta Uang B...
Luar Negeri
Hadiah Nobel Perdamaian Tah...
Megapolitan
Pulogadung-Kelapa Gading Ta...
Daerah
Jaga Keamanan Negara Mulai ...
Megapolitan
Dua Pembunuh Wanita Ditangk...
Advertisement
Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.