Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Prioritas Pemerintah Harus Bangun Rantai Nilai Baru UMKM

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Program Prioritas Pemerintah Harus Bangun Rantai Nilai Baru UMKM Doc: antara
Ket. Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi tumbuh agresif apabila sektor perdagangan, pertanian, serta pengolahan juga konsisten tumbuh menguat.

JAKARTA - Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi tumbuh agresif apabila sektor perdagangan, pertanian, serta pengolahan juga konsisten tumbuh menguat. Hal itu karena tiga sektor tersebut berkontribusi besar pada total kredit UMKM.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan kredit UMKM terkonsentrasi pada tiga sektor utama yang menyumbang sekitar 75 persen dari total kredit UMKM.

Perdagangan besar dan eceran sendiri tumbuh sebesar 45 persen, lalu pertanian, kehutanan, dan perikanan 19,4 persen, selebihnya industri pengolahan atau manufaktur.

“Kalau sektor-sektor tersebut belum tumbuh secara konsisten, misalnya pertanian rata-rata masih tumbuhnya di 2,4 persen, memang sangat sulit untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM lebih agresif lagi,” kata kata Andry.

Sebagai gambaran, ketiga sektor itu menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih tertinggal (lagging) yakni sebesar 2,4 persen.

Sementara perdagangan dan manufaktur rata-rata tumbuh masing-masing sebesar 5 persen dan 4,8 persen dalam tiga tahun terakhir.

Adapun pertumbuhan kredit industri perbankan pada tahun ini diperkirakan berada di kisaran high single digit hingga low double digit, yaitu sekitar 9-11 persen, menurut proyeksi tim ekonom Bank Mandiri.

Dia pun memperkirakan pertumbuhan kredit UMKM akan berada di kisaran 4-5 persen, sehingga pertumbuhan pada level 4 persen saja dinilai sudah cukup baik. Di sisi lain, rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan diperkirakan menurun menjadi sekitar 17 persen, dari sebelumnya 19 persen.

Menurutnya, prospek kredit UMKM masih cukup terbuka, terutama melalui program pemerintah yang mendukung ekosistem usaha. Sebagai contoh, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bisa membangun rantai nilai baru bagi UMKM, sehingga mendorong permintaan kredit mikro maupun kredit konsumsi.

Ia juga menekankan salah satu tantangan utama bagi UMKM adalah memastikan keberadaan off-taker yang jelas. Jika UMKM sudah terintegrasi dalam ekosistem, maka keberadaan off-taker menjadi jelas sehingga mempermudah akses pembiayaan berbasis invoice (invoice-based loan) dan menciptakan sumber kredit yang lebih aman bagi perbankan.

Bisnis Turunan

Pada kesempatan yang sama, SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan menjelaskan bahwa perseroan menjalankan strategi serupa di mana Bank Mandiri memanfaatkan basis nasabah korporasi untuk mendorong penyaluran kredit kepada UMKM.

Korporasi biasanya memiliki bisnis turunan hingga level bawah, sehingga Bank Mandiri dapat menyalurkan pembiayaan kepada UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem mereka.

Bayu menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM Bank Mandiri pada Januari 2026 cukup positif dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan Januari tahun lalu, portofolio micro banking juga menunjukkan kenaikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

OJK Perketat Transparansi Pinjaman Online

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK Perketat Transparansi P...
Nasional
436 Prajurit TNI AU Resmi j...
Daerah
Buron Kasus Pembunuhan Suha...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.