Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri UMKM Soroti Gap Data Impor RI-China, Indikasi Barang Ilegal Banjiri Pasar Domestik

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri UMKM Soroti Gap Data Impor RI-China, Indikasi Barang Ilegal Banjiri Pasar Domestik Doc: Antara
Ket. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman (tengah) berbicara dalam diskusi media di Jakarta, Jumat (27/2).

Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara data ekspor China ke Indonesia dan impor Indonesia dari China, khususnya pada komoditas tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki.

Menurut Maman, data impor yang tercatat di Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan data ekspor China.

“Yang jadi masalah ini adalah barang-barang impor ilegal yang masuk, yang tidak terdata. Itu yang disebut Pak Presiden sebagai under invoicing. Data impor kita tercatat 100, tapi dari China ekspornya 900. Artinya ada 800 yang tidak tercatat, membanjiri produk domestik kita,” ujarnya dalam diskusi media yang diselenggarakan Forum Wartawan UMKM di Jakarta, Jumat (27/2).

Ia menegaskan praktik tersebut tidak hanya menggerus pendapatan negara, tetapi juga menimbulkan permasalahan sosial karena mengotori pasar domestik dan membuat UMKM sulit bersaing.

Berdasarkan data UNTrade 2025 yang diolah Kementerian UMKM, terdapat perbedaan signifikan antara catatan ekspor China ke Indonesia dan impor Indonesia dari China pada sejumlah komoditas tekstil, pakaian jadi, serta alas kaki.

Pada komoditas hijab (HS 6214), misalnya, sejak 2013–2024 nilai ekspor China selalu lebih tinggi dibanding impor Indonesia.

Pada 2024, ekspor hijab dan syal dari China tercatat sekitar 9 juta dolar AS, sementara impor Indonesia hanya 0,6 juta dolar AS.

Maman juga menyoroti data ekspor dan impor pakaian bayi (HS 6111). Pada 2024, ekspor China mencapai 4,2 juta dolar AS, sedangkan impor Indonesia hanya 2,7 juta dolar AS.

Kesenjangan serupa terlihat pada korset dan bra (HS 6212), dengan ekspor China sebesar 83,2 juta dolar AS dan impor Indonesia 28,8 juta dolar AS.

Untuk pakaian dalam wanita (HS 6108), ekspor China tercatat 48,5 juta dolar AS sementara impor oleh Indonesia hanya 13,9 juta dolar AS.

Celana dalam pria (HS 6107) juga menunjukkan gap, yakni ekspor 6,2 juta dolar AS dan impor 4,6 juta dolar AS.

Pada komoditas sepatu kain (HS 6404) pada 2024, ekspor China mencapai 157,2 juta dolar AS, sedangkan impor Indonesia hanya 112,4 juta dolar AS.

Kesenjangan juga terlihat pada kaus (HS 6109), dengan ekspor China 61,7 juta dolar AS dan impor Indonesia 20,4 juta dolar AS.

Celana dan jas pria (HS 6203) mencatat ekspor 30 juta dolar AS, sementara impor Indonesia hanya 8,2 juta dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Ekonomi
Kemenhub Siapkan Aturan Bat...

Desak Wujudkan Pendidikan Gratis

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Desak Wujudkan Pendidikan G...
Nasional
TNI Harus Adaptif Hadapi  A...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.