Khofifah Manfaatkan Truk untuk Mengendalikan Inflasi, kok Bisa?

Kamis, 26 Feb 2026, 18:43 WIB

SURABAYA – Ini mungkin gaya lain dan sebagai inovasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dia memberangkatkan truk Program Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) Mobile untuk mengendalikan inflasi di 15 kabupaten/kota di Jatim dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis.

"Truk EPIK ini akan beroperasi di 15 kabupaten/kota. Mari kita berangkatkan truk yang hari ini akan ke Bangkalan. Mudah-mudahan diberikan kemudahan dan membawa manfaat," ucap Gubernur Khofifah.

Ket. Foto: khofifah — Sumber: ant

Pelepasan truk tersebut merupakan rangkaian kegiatan High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dihadiri pimpinan instansi vertikal, bupati/wali kota dari 38 daerah, serta perwakilan pelaku usaha.

Dalam kegiatan itu, EPIK Mobile membawa sejumlah komoditas pangan strategis, antara lain beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 2 ton, beras Jatim CETTAR 2 ton, minyak goreng 100 karton, serta gula pasir 1 ton.

"EPIK ini program perwujudan integrasi pengendalian inflasi Jawa Timur dan bentuk implementasi dari strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K) TPID," ujar Khofifah.

Gubernur menyampaikan rasa syukur bahwa EPIK Mobile akan menjangkau berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Ke depan, program tersebut akan terus dikembangkan ke seluruh kabupaten/kota agar pasokan dapat terdistribusi dengan baik dan inflasi tetap terjaga.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim selaku Wakil Ketua II TPID dan TP2DD Provinsi Jawa Timur atas dukungan hibah kendaraan untuk pengendalian inflasi.

"Maka ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi, stabilisasi harga, juga pengendalian inflasi adalah tugas kita bersama. Tidak mungkin kita bisa menjaga ketahanan pangan kita tanpa sinergitas. Jadi, saya berterima kasih termasuk kepada BI yang sudah berkontribusi untuk pengendalian inflasi bersama kami," katanya.

Pimpinan daerah memang harus inovatif. Berbagai cara dilakukan Jatim untuk mengendalikan inflasi. Dengan begitu, sumbangan inflasi Jatim dapat ditekan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.