Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tren Baru, Pasar Otomotif di Tanah Air Kini Berubah dari LCGC ke LCEV

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 08:07 WIB | Oleh:
Tren Baru, Pasar Otomotif di Tanah Air Kini Berubah dari LCGC ke LCEV Doc: antara foto
Ket. Penjualan mobil nasional periode Januari hingga Oktober 2025.

JAKARTA - Dinamika industri otomotif yang terus berkembang sejauh ini telah mempengaruhi pergeseran terkait minat beli masyarakat Indonesia yang turut berubah. Dari maraknya pasar Low Cost Green Car (LCGC) sejak 2013, kini dalam dua tahun terakhir telah berubah drastis yang boleh dibilang telah menjadi tren baru.

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu meyakini pergeseran tersebut juga bakal terjadi dalam tahun-tahun mendatang, dari yang semula memuja kendaraan LCGC, bakal berubah haluan menjadi Low Cost EV (LCEV).

“Sementara pangsa strategis di pasar urban, perlahan-lahan bakal semakin diambil alih low cost EV dalam beberapa tahun ke depan,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Jumat (21/11).

Merujuk data yang dibagikan oleh Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pasar lCGC merosot cukup tajam hingga 34,8 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu dari periode Januari hingga Oktober atau hanya berhasil tercatat sebanyak 97.556 unit pada tahun ini.

Sementara di segmen yang sama yakni Wholesales (dari pabrik ke dealer), tahun 2024 pasar LCGC tercatat mendapatkan pesanan hingga mencapai 49.583 unit.

Yannes melanjutkan bahwa fenomena ini merupakan teguran yang nyata bagi produsen otomotif yang memasarkan kendaraan LCGC di Tanah Air, tidak bisa lagi berada di zona nyaman mereka.

Pasalnya, konsumen muda saat ini sangat memiliki konsentrasi penuh terkait harga, dan juga teknologi yang terkandung dalam kendaraan tersebut.

Datangnya ombak besar dari jenama asal China, juga turut memperparah kondisi pasar LCGC yang semenjak dua tahun ini memiliki catatan kurang memuaskan bagi industri dan juga perusahaan yang memasarkan model-model tersebut.

“Tren penurunan LCGC di Indonesia tidak bisa lagi dibaca hanya sebagai fluktuasi siklus pasar, tetapi sebagai sinyal kuat bergesernya aspirasi kelas menengah dari sekadar “mobil termurah” menjadi “mobil paling masuk akal” dalam hal nilai, citra, dan biaya operasional jangka panjang,” ujar dia.

Sehingga, konsumen di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan sampai Makassar, tren “low cost EV” sangat berpotensi untuk menggantikan peran LCGC yang saat ini mulai dilihat pasar sebagai kendaraan yang sudah tidak rendah lagi.

“Jika range harganya tetap stabil, ia (LCEV) akan menguat sebagai pilihan utama kelas menengah urban. Tetapi, pergeserannya terjadi bertahap dan tidak serta-merta,” lanjut dia.

Secara keseluruhan, penjualan kendaraan di Indonesia dari data Gaikindo menunjukkan tren yang meningkat untuk segmen Wholesales yang mencapai 74.020 unit atau meningkat 19,23 persen dari bulan sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Tidak Simpel, Liga Putri In...
Luar Negeri
Dubes AS untuk Yunani Mundu...

Mentan Jepang Mengundurkan Diri

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Mentan Jepang Mengundurkan ...
Luar Negeri
Kapal Induk Tiongkok akan G...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.