AS Ancam Gunakan Kekuatan Militer Jika Iran Nekat Miliki Senjata Nuklir

Kamis, 26 Feb 2026, 18:03 WIB

WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menegaskan komitmen pemerintahan Donald Trump untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dengan segala cara.

Dalam sebuah wawancara terbaru, Vance menyatakan bahwa meski jalur diplomasi tetap menjadi prioritas utama bagi Gedung Putih, Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah-langkah alternatif, termasuk tindakan militer.

Ket. Foto: Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. — Sumber: ANTARA/Anadolu

“Itu akan menjadi tujuan militer utama jika itu adalah jalur yang dipilihnya. Tentu saja, itulah yang sedang kami upayakan, seperti yang dikatakan presiden, melalui jalur diplomasi yang menjadi pilihan utama,” kata Vance.

Vance berpendapat bahwa sebagian besar warga Amerika sepakat bahwa Iran tidak boleh mengembangkan kemampuan senjata nuklir, dan menyebutnya sebagai isu keamanan nasional dan global.

Ia menambahkan bahwa meskipun negosiasi antara AS dan Iran sedang berlangsung, Trump telah menunjukkan kesediaannya untuk menggunakan langkah-langkah alternatif jika diperlukan.

Trump “akan berusaha mencapainya melalui jalur diplomatik,” kata Vance, seraya menambahkan bahwa presiden memiliki “sejumlah alat lain yang dapat digunakan untuk memastikan hal ini tidak terjadi.”

Adapun delegasi dari Iran dan AS dijadwalkan menggelar putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung di bawah mediasi Oman di Jenewa, Swiss, pada Kamis.

Vance mengatakan ia berharap pihak Iran menanggapi perundingan tersebut dengan serius.

Ketika ditanya apakah hal itu bisa berarti upaya untuk menggulingkan pemimpin tertinggi Iran, ia menolak berspekulasi dan mengatakan Trump pada akhirnya akan menentukan langkah yang tepat untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

“Kami duduk bersama untuk putaran pembicaraan diplomatik lainnya dengan Iran guna mencapai penyelesaian yang masuk akal. Namun penyelesaian yang masuk akal menuju tujuan apa? Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana,” kata Vance.

“Kami berharap dapat mencapai resolusi yang baik tanpa menggunakan militer, tetapi jika kami harus menggunakan militer, presiden tentu memiliki hak tersebut,” tambahnya.

Pada Selasa, Trump mengklaim bahwa Iran sedang mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat menjangkau AS. Namun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Rabu mengatakan bahwa rudal negaranya bersifat defensif.

  • senjata nuklir
  • donald trump
  • program nuklir iran
  • jd vance
  • hubungan as iran

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.