Presiden Macron 'Sangat Skeptis' tentang Pembicaraan Perdamaian Russia-Ukraina
📅 Rabu, 25 Feb 2026, 00:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
PARIS - Empat tahun lalu hari ini, Russia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Moskow masih belum menunjukkan tanda-tanda keinginan untuk berdamai.
Dari The Guardian, menanggapi prospek pembicaraan kedua pihak yang berperang, Macron mengaku 'sangat skeptis' tentang perdamaian jangka pendek karena 'tidak ada kemauan' dari pihak Russia.
Dia tidak berbasa-basi ketika mengatakan bahwa dia "sangat skeptis" tentang prospek perdamaian jangka pendek, karena "tidak ada kemauan dari pihak Rusia untuk berdamai."
Ia menyerukan dukungan lebih besar untuk Ukraina , dan juga menekan kepemimpinan Uni Eropa untuk memastikan pinjaman sebesar 90 miliar euro segera dibayarkan. “Kami akan mewujudkannya, tidak ada pilihan lain,” katanya.
Ia kemudian juga menyebutkan perlunya sanksi lebih lanjut terhadap Russia, termasuk terhadap armada bayangannya untuk "menghancurkan model bisnisnya."
Mengenai jaminan keamanan, ia mengatakan bahwa hal tersebut "sedang diselesaikan," dan perlu "disepakati secara konkret."
Ia mengakhiri pidatonya dengan kata-kata kekaguman dan solidaritasnya kepada rakyat Ukraina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!