Ironi Morowali, Daerah Kaya Tapi Infrastruktur Amburadul
Rabu, 25 Feb 2026, 14:33 WIBMOROWALI â Daerah kaya tak selalu tertata dengan baik infrastrukturnya. Itulah yang dialami Morowali. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan kondisi Morowali Utara, Sulawesi Tengah mencerminkan paradoks pembangunan yang harus segera ditangani secara serius dan terkoordinasi.
Karena itu, pihaknya menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong penyelesaian persoalan ketimpangan infrastruktur di kabupaten tersebut. Ini yang sering disebut sebagai paradoks Indonesia sekarang.
Daerahnya kaya, kontribusinya besar, tetapi infrastrukturnya masih tertinggal. Itu tidak boleh dibiarkan dan harus diselesaikan. Bapak Bupati sudah jauh-jauh datang ke sini bersama perwakilan Dewan Perwakilan Daerah yang paling tahu kondisi daerahnya. âKalau sudah seperti ini, poinnya jelas: kita selesaikan,â ungkapnya saat menerima jajaran anggota DPD Sulawesi Tengah dan Bupati Morowali Utara, dikutip dari keterangan resmi Bappenas di Jakarta, Rabu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menyampaikan bahwa daerahnya menyumbang sekitar Rp4 triliun per tahun ke negara dari pajak dan bea cukai, ditambah dari sektor tambang sehingga totalnya mencapai sekitar Rp10 triliun.
Kendati demikian, kontribusi besar terhadap pendapatan negara tersebut tak diimbangi dengan baiknya kualitas infrastruktur dasar, khususnya jalan. Tercatat, dari sekitar 800 kilometer jalan daerah, hanya sekitar 20 hingga 28 persen dalam kondisi baik, sementara sisanya rusak hingga rusak berat.
Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor penghambat terlaksananya program prioritas pemerintah, sehingga infrastruktur menjadi fokus tugas yang harus segera ditangani karena dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan menghapus ketimpangan atas pemenuhan fasilitas dasar.
Menanggapi pernyataan Bupati Morowali Utara, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya kesiapan perencanaan daerah agar program pembangunan dapat segera ditindaklanjuti.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan infrastruktur Morowali Utara guna mendukung pemerataan pembangunan serta optimalisasi potensi ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
âDari pihak kabupaten bersama Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) harus menyiapkan rencana yang mendekati persyaratan perencanaan nasional. Jangan sampai seperti pingpong, saling melempar,â ucap Kepala Bappenas.
- Kabupaten Morowali
- Anggaran Infrastruktur
- ironi pembangunan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2026
-
Janice Tjen Berpasangan dengan Aldila di Ganda Putri saat Debut di Madrid Open
-
Rakornas Komisi Informasi se-Indonesia
-
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg, Polisi Ungkap Praktik Ilegal di Banten
-
Cuaca Jakarta di Akhir Pekan, Sebagian Wilayah Cerah Berawan dari Pagi hingga Siang
-
Real Madrid Bidik Caicedo dan Szoboszlai, Dua Bintang Premier League Masuk Radar Los Blancos
-
Akhir Tragis Patrick Kluivert dan Seluruh Tim Kepelatihannya di Timnas Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.