Harga Cabai Rawit Merah di Lombok Tengah Meroket, Bapanas: Pasokan Terganggu karena Cuaca

Selasa, 24 Feb 2026, 19:58 WIB

JAKARTA– Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan di Kabupaten Lombok Tengah dalam kondisi aman. Hal tersebut ditegaskan dalam pemantauan langsung di Pasar Renteng, Selasa (24/2), bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD setempat.

Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa secara umum harga dan stok komoditas strategis terkendali, meskipun terdapat kenaikan pada komoditas cabai rawit merah dan daging ayam.

Ket. Foto: Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rinna Syawal (tengah) dalam pemantauan langsung di Pasar Renteng, Lombok Tengah, Selasa (24/2), bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD setempat — Sumber: istimewa

“Secara umum stok aman. Beras, gula pasir, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, telur, semua tersedia. Kami memastikan harga mengacu pada Harga Eceran Tertinggi dan Harga Acuan Penjualan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Rinna.

Berdasarkan pemantauan harga di Pasar Renteng per 24 Februari 2026, mayoritas komoditas strategis masih berada dalam rentang Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium tercatat Rp14.700 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, MinyaKita Rp15.700 per liter, serta telur ayam ras Rp30.000 per kilogram. Namun, masih terdapat komoditas di atas acuan, terutama cabai rawit merah yang mencapai Rp100.000 per kilogram dan daging ayam ras di kisaran Rp45.000 per kilogram, dipicu tekanan pasokan akibat cuaca dan distribusi

Ia menjelaskan, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp100.000 per kilogram di tingkat eceran, dengan harga pemasok sekitar Rp90.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu oleh terbatasnya pasokan akibat curah hujan tinggi yang menghambat panen di sejumlah sentra produksi, termasuk di Nusa Tenggara Barat.

“Fenomena tingginya harga cabai rawit merah tidak hanya terjadi di NTB, tetapi juga di berbagai daerah lain. Faktor iklim sangat menentukan produksi. Curah hujan yang tinggi membuat petani kesulitan panen, sehingga pasokan terbatas dan harga terdorong naik,” jelasnya.

Tekanan inflasi

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah, Ferdian Elmansyah, menilai fluktuasi harga cabai turut memberikan tekanan terhadap inflasi daerah. Ia menegaskan perlunya pembenahan sistem distribusi agar harga di tingkat konsumen lebih terkendali.

“Kami mendapat fakta bahwa produksi cabai di Lombok Tengah tidak langsung dipasarkan di wilayah ini, tetapi berputar terlebih dahulu ke daerah lain. Ini yang menjadi perhatian kami di DPRD untuk segera direkomendasikan kepada dinas terkait agar distribusi diperbaiki,” ujarnya.

Ferdian mengakui, tantangan produksi akibat faktor cuaca merupakan fenomena yang berulang. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif agar fluktuasi harga tidak terus terjadi setiap kali produksi terganggu.

“Temuan ini menjadi rekomendasi kami agar pemerintah daerah dapat mengendalikan harga sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, produksi cabai di Lombok Tengah mencapai sekitar 82 kuintal setiap tiga hari masa panen. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, selama distribusi dapat berjalan lebih efektif dan tidak keluar daerah terlebih dahulu.

Sementara itu, untuk komoditas daging ayam, pemerintah telah menetapkan harga maksimal Rp40.000 per kilogram. Dalam pemantauan di lapangan masih ditemukan harga di atas ketentuan tersebut. Pemerintah berharap pasokan segera bertambah dalam waktu dekat agar harga kembali stabil.

Bapanas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Pemerintah akan terus memperkuat pengawasan, termasuk penindakan terhadap praktik penjualan di atas ketentuan maupun penimbunan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.