YouTube Ubah Strategi 2026, Hadirkan Paket Lebih Murah dan Multiview Fleksibel
Minggu, 22 Feb 2026, 19:45 WIBJAKARTAÂ -Â YouTube TV bersiap melakukan transformasi besar pada 2026 dengan menghadirkan sejumlah fitur baru yang ditujukan untuk menjawab keluhan pelanggan soal harga dan fleksibilitas layanan. Platform televisi streaming milik Google itu kini meninggalkan pendekatan langganan tunggal yang selama ini membuat biaya berlangganan menembus lebih dari 80 dolar Amerika Serikat per bulan.
Perubahan paling signifikan adalah peluncuran paket berbasis genre yang memungkinkan pelanggan memilih kategori konten sesuai minat mereka tanpa harus membayar saluran yang tidak ditonton. Skema ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyaingi TV kabel tradisional sekaligus platform over-the-top lain yang lebih dulu menawarkan struktur harga fleksibel.
Paket Olahraga dibanderol mulai 64,99 dolar per bulan dengan akses ke jaringan utama seperti ESPN, FS1, dan NBC Sports, sementara Paket Olahraga + Berita dihargai 71,99 dolar per bulan dengan tambahan saluran bisnis dan politik seperti CNBC, CNN, Fox News, hingga Bloomberg. Bagi penonton hiburan, tersedia Paket Hiburan seharga 54,99 dolar per bulan yang memuat FX, Comedy Central, Bravo, Hallmark, dan Paramount, serta Paket Berita + Hiburan + Keluarga senilai 69,99 dolar per bulan yang mencakup Disney Channel, Nickelodeon, National Geographic, Cartoon Network, dan PBS Kids.
Seluruh paket tetap mempertahankan fitur inti seperti DVR tanpa batas, multiview, dan berbagi keluarga, serta opsi tambahan seperti NFL Sunday Ticket dan 4K Plus yang bisa dibeli terpisah. Pendekatan ini dipandang sebagai upaya untuk memberi kontrol lebih besar kepada pelanggan dalam menentukan pengalaman menonton mereka sendiri.
Selain restrukturisasi paket, YouTube TV juga meningkatkan fitur multiview yang sebelumnya terbatas pada siaran olahraga tertentu menjadi dapat dikustomisasi sepenuhnya oleh pengguna. Mulai 2026, pelanggan dapat menampilkan hingga empat saluran berbeda secara bersamaan dengan kombinasi bebas, termasuk pertandingan olahraga, berita langsung, dan acara hiburan dalam satu layar.
Peningkatan lain mencakup pembaruan antarmuka yang lebih responsif serta sistem DVR yang mempermudah pengelolaan dan pencarian rekaman lama, sementara laporan juga menyebut potensi integrasi ESPN Unlimited ke dalam ekosistem layanan tersebut. Jika seluruh pembaruan ini terealisasi penuh, YouTube TV berpeluang memperkuat posisinya sebagai alternatif TV kabel yang lebih adaptif dan relevan di tengah perubahan pola konsumsi media digital.
- Aplikasi
- YouTube
- layanan streaming
- Google TV
- Aplikasi Video Pendek
- Streaming
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
BPBD Aceh Barat: Kebakaran Lahan di Desa Lapang dan Suak Raya Semakin Meluas Mencapai 10 Hektare
-
PLN Jamin Pasokan Listrik di 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Bencana Sumatra
-
Korea Selatan Akhirnya Setuju Berbagi Data dengan Google Maps
-
Sebelum Isi BBM, Perhatikan Tingkat Harga Beberapa SPBU karena Ada yang Paling Mahal
-
Cek Kesehatan Gratis untuk pedagang pasar
-
Polri Tindak Tegas Kendaraan Sumbu 3 Beroperasi Saat Masa Angkutan Lebaran
-
La Liga Spanyol: Dua Gol Mbappe di Markas Villarreal Antar Real Madrid ke Puncak Klasemen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.