Ekosistem Gajah Berubah Setelah Sungai Peusangan Terdampak Bencana
Minggu, 22 Feb 2026, 22:17 WIBBener Meriah - Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan yang terletak di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terdampak bencana Sumatera, ekosistem gajah Sumatera ikut berubah.
Dalam pantauan pewarta, sungai Peusangan kini mengalami longsor di beberapa titik dan perluasan lebar aliran sekitar 200 meter.
âKalau kondisi setelah bencana itu memang ada sedikit perubahan, karena gajah-gajah jina ini kita cari makannya, dan ada beberapa tempat yang memang tempatnya sudah hilang, sudah kena longsor,â kata penjaga gajah jinak di CRU Das Peusangan Wahdi di Desa negeri Antara, Minggu.
âSama tempat yang biasanya kami kasih minum, sehingga kami tidak bisa turun lagi ke tempat itu, karena sudah jadi semacam tebing,â imbuhnya.
Gajah merupakan hewan yang memiliki ingatan spasial membuat mereka cenderung setia dan bisa melakukan kebiasaan turun-temurun. Dengan kondisi ekosistem yang terdampak maka mengganggu pada pola kebiasaan kawanan gajah.
Saat ini Conservation Respons Unit (CRU) Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan saat ini mempunyai total tiga ekor gajah Sumatera jinak dengan rerata umur 35 tahun.
Wahdi mengatakan bahwa untuk merawat gajah jinak disini dibutuhkan ketekunan karena dalam segi perawatan gajah harus dimandikan dua kali dalam sehari.
Selain itu, perawatan gajah yakni berupa mengajarkan mereka untuk terus berjalan setiap hari sesuai dengan ekosistem aslinya.
âKemudian ada sedikit latihan, latihan rutin itu namanya, ada untuk angkat kaki, dan juga semacam pemeliharaan cara dia bisa buka mulut seperti ini, biar bisa dia nampak giginya, supaya kami bisa cek apakah giginya bermasalah atau yang lainnya,â ungkap Wahdi.
Kondisi bencana Sumatra juga berdampak pada kawanan gajah liar yang berada di sekitar area DAS Peusangan.
Dalam keterangannya, Wahdi sering melihat kawanan gajah kerap kesulitan untuk menyeberangi aliran sungai Peusangan yang kini mengalami pelebaran.
Untuk terus menjaga ekosistem gajah, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah berkomitmen mendukung langkah konservasi gajah Sumatera yang saat ini populasinya terancam.
Pemerintah baru saja memberikan hibah lahan seluas 20 ribu hektare kepada World Wildlife Fund (WWF) untuk langkah konkrit membantu konservasi gajah yang saat ini ekosistemnya terancam oleh konflik satwa liar di Aceh.
- Pascabencana di Aceh dan Sumatera
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sulawesi Tenggara
-
Setelah Bercerai, Akhirnya Ridwan Kamil Mengakui….
-
Mendes PDT Klaim 20 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi Akhir 2025, Serius?
-
Penyintas Bencana Aceh Tamiang Berencana Bersihkan Kebun Setelah Idul Fitri
-
Bappenas Sebut Biaya Rehabilitasi dan Rekonstruksi Passcabencana Aceh dan Sumatera Rp56,3 Triliun
-
KPK Periksa Ratusan Travel Haji Terkait Korupsi Penyelenggaraan Haji
-
Aksi Tanam Lima Juta Pohon Kelapa di Kabupaten Selayar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.