Rupiah Tertekan di Awal Pembukaan Perdagangan! Sinyal Suku Bunga The Fed Lebih Lama Tinggi Bikin Pasar Gelisah

Jumat, 20 Feb 2026, 13:05 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga acuan milik Federal Reserve akan bertahan lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Sikap higher for longer tersebut mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ket. Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga sentimen global yang cenderung berhati-hati.

Imbal hasil obligasi AS yang tetap menarik membuat investor global melakukan reposisi portofolio ke aset berdenominasi dolar. Dalam situasi ini, ruang penguatan rupiah menjadi terbatas, meski fundamental domestik relatif stabil.

Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada sinyal kebijakan moneter The Fed serta respons otoritas dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Intervensi terukur dan penguatan daya tarik instrumen domestik menjadi kunci untuk meredam volatilitas yang berpotensi berlanjut.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat (20/2), bergerak melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.903 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.894 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan potensi pelemahan rupiah seiring ekspektasi suku bunga AS bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama.

“Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak relatif stabil dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini di level Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari penguatan dolar AS di pasar global, seiring ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama,” ungkapnya di Jakarta.

Kendati demikian, lanjutnya, pelemahan diperkirakan takkan terlalu dalam karena pelaku pasar domestik masih mencermati langkah stabilisasi otoritas moneter serta kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang relatif terjaga.

Melihat sisi domestik, sentimen utama berasal dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI), stabilitas inflasi, serta arus modal asing di pasar obligasi dan saham.

Permintaan valas dari korporasi untuk kebutuhan impor dan pembayaran kewajiban luar negeri dinilai turut memberikan tekanan jangka pendek.

Namun, surplus neraca perdagangan dan komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar menjadi faktor penahan volatilitas rupiah agar tetap terkendali di tengah dinamika global.

Secara keseluruhan, pelaku pasar dalam sepakan ke depan dinyatakan bakal mencermati rilis data ekonomi AS seperti inflasi dan indikator ketenagakerjaan, yang akan mempengaruhi arah kebijakan Federal Reserve dan pergerakan dolar AS.

Perkembangan imbal hasil obligasi AS, sentimen risiko global, serta dinamika harga komoditas turut bakal menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah.

“Kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut berpotensi menjaga rupiah dalam rentang fluktuasi yang moderat, dengan bias pergerakan masih sensitif terhadap arah dolar AS,” kata Taufan.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Manfaatkan Sampah Jadi Gas Metana, Inovasi Pengolahan Limbah Dikembangkan di Makassar

Kreatif dan Ramah Lingkungan, Nelayan Manfaatkan Drum Plastik Bekas untuk Membuat Perahu

Hasil Piala Jerman: Frankfurt Bantai Tonis 11-0, Stuttgart Kalahkan Hansa

Kekeringan Makin Mengkhawatirkan! 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terdampak

Sandy Walsh Mengaku Dapat Beradaptasi dengan Baik

Hasil Liga Spanyol: Real Betis Menang Tipis 1-0 Atas Real Sociedad

Khasiat Jeruk dari Redakan Pilek hingga Cerahkan Kulit

Heboh Kasus Unsoed! KPK Sita Rp764 Juta Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru

Gelandang Curtis Jones Resmi Bergabung dengan Inter Milan

Universitas Lambung Mangkurat Bantu Desa Tirta Jaya Kembangkan Agroekoeduwisata Terpadu

Hasil Liga Inggris: Arsenal Buka Liga Premier dengan Taklukkan Coventry City 3-0

Skandal Memalukan! Untuk Bisa Masuk Kuliah di Kampus Ini Harus setor Uang Mahar ke Rektor

Arsenal Kalahkan Coventry City 3-0 dalam Pertandingan Pembuka Liga Inggris

Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan Digelar di Balai Karantina

Memalukan! Terungkap Usai Terima Gratifikasi, Rektor Unsoed Disebut Beli 3 Bidang Tanah

Terusan Panama Kurangi Jumlah Kapal akibat Kekeringan dan Ancaman El Nino

Kekeringan dan Karhutla Mengancam Kalbar, Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Tangki Air

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Terima Menhan China Laksamana Dong Jun, Perkuat Hubungan Bilateral dan Bahas Kerja Sama Militer

Banjir yang Melanda Selama Empat Tahun di Sekitar TPA Cipayung Depok Akhirnya Surut

Diduga Korsleting, KMP Bontang Express II Terbakar di Dermaga Ketapang Banyuwangi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.