Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

April Jadi Tenggat! Sebanyak 30 Ribu KDMP Dikebut Beroperasi

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
April Jadi Tenggat! Sebanyak 30 Ribu KDMP Dikebut Beroperasi Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha
Ket. Petugas kelurahan membantu merapikan stok kebutuhan pokok yang dijual di Koperasi Kelurahan Merah Putih Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

BANTUL – Kementerian Koperasi pasang target ambisius, 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah beroperasi penuh lengkap dengan gerai-gerai usahanya pada April 2026.

Artinya, desa-desa di seluruh Indonesia bakal punya etalase ekonomi sendiri yang dikelola bareng-bareng oleh warga.

Bukan cuma soal angka, tapi soal bikin koperasi makin hidup, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan benar-benar jadi motor penggerak ekonomi desa.

"Sekarang ini sudah ada 1.000 KDMP yang siap, dan nanti targetnya kira kira bulan April operasional sekitar 30 ribu KDMP yang terbangun gerai itu sudah 'fixed' seratus persen," kata Staf Khusus Menteri Koperasi Ambar Pertiwiningrum seusai kunjungan kerja ke Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kamis (19/2).

Menurut dia, total KDMP yang menjadi program strategis nasional di seluruh Indonesia tersebut sekitar 80 ribu koperasi, sesuai jumlah desa, namun diakui untuk pembangunan gerai gerai sementara ini masih terdapat kendala.

"Memang ada kendala lahan untuk gerai, kalaupun ada lahan tapi belum tahu statusnya, sehingga juga harus pelan pelan dan hati-hati juga karena ini menyangkut kepastian lahan," katanya.

Dengan demikian, kata dia, ketika nantinya dari 30 ribu KDMP yang beroperasi tersebut sekaligus operasional dengan gerai gerai koperasi baik sembako, pupuk, elpiji, apotik, klinik, logistik dan pergudangan, termasuk cold storage atau mesin pendingin.

"Jadi, harapannya nanti bisa segera dioperasionalkan, sehingga yang lain tentu saja akan ada regulasi, karena nanti harapannya semua 80 ribu KDMP ada gerai, namun tentu saja akan berbeda dengan koperasi lainnya," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah bersama kelurahan dan pemangku kepentingan setempat saling mendukung pembangunan gerai KDMP di wilayah masing masing, apalagi nantinya gerai gerai tersebut akan menjadi aset desa atau kelurahan.

"Sehingga kenapa lurah atau kepala desa itu harus menjadi 'ex officio' pengawas dalam kepengurusan koperasi, karena akan ikut dalam operasionalnya, karena koperasi merah putih sekali lagi adalah unit bisnis yang memiliki," katanya.

Dengan target 30 ribu KDMP beroperasi pada April nanti, Kementerian Koperasi ingin memastikan koperasi tak lagi sekadar papan nama, tapi benar-benar jadi pusat aktivitas ekonomi warga desa. Harapannya, gerai-gerai yang tumbuh itu bisa bikin roda usaha makin kencang dan manfaatnya langsung terasa di kantong masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Jaksa Cabut Sebagian Besar ...
Luar Negeri
Polisi India Tangkap Para P...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.