Persiapan Panjang, Diharapkan Fajar/Fikri Lebih Siap ke All England
Rabu, 18 Feb 2026, 06:48 WIBJAKARTA - Ambisi besar diusung sektor ganda putra Indonesia menuju All England Open Badminton Championships yang akan digelar 3-8 Maret mendatang di Birmingham. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dipatok sebagai ujung tombak perburuan gelar, dengan target jelas: naik podium tertinggi pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.
Indonesia menurunkan lima wakil nomor ganda putra. Selain Fajar/Fikri, tampil pula Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto, serta pasangan nonpelatnas Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Komposisi ini memadukan pengalaman dan regenerasi.
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menilai Fajar/Fikri memiliki keuntungan signifikan dari sisi persiapan. Dibanding pasangan muda yang masih disibukkan rangkaian turnamen, Fajar/Fikri memperoleh waktu lebih panjang untuk mematangkan program latihan khusus menuju All England.
âPersiapan mereka baik karena punya waktu beberapa bulan untuk fokus ke All England,â ujar Anton. Dia mencontohkan Raymond/Joaquin yang hanya memiliki jeda sekitar dua pekan setelah agenda turnamen terakhir.
Meski demikian, Anton menegaskan persaingan ganda putra dunia kini semakin merata. Setiap pasangan memiliki peluang, sehingga kesiapan fisik dan mental menjadi kunci. âSemua pasti ingin juara. Yang penting kami maksimalkan persiapan dan siap tanding,â tegasnya.
Rasa optimistis juga mengiringi Leo/Bagas yang baru saja menjuarai Thailand Masters 2026. Namun performa mereka sepanjang musim terbilang fluktuatif. Setelah menjadi runner-up All England 2025 dan menembus semifinal Kejuaraan Asia, grafik mereka sempat menurun. Ini termasuk terhenti di semifinal SEA Games dan babak 16 besar Indonesia Masters 2026, sebelum akhirnya bangkit di Thailand.
Situasi tersebut membuat tim pelatih belum mengambil keputusan terkait komposisi pasangan. Evaluasi akan dilakukan dalam enam bulan ke depan, hingga Indonesia Open atau Australia Open 2026. âBelum dirombak. Kami lihat sampai enam bulan ini,â ujar Anton. Konsistensi menjadi sorotan utama. Dia menekankan pentingnya fokus latihan dan manajemen stamina, terutama saat menghadapi tiga turnamen beruntun.
Hal serupa berlaku bagi Rahmat/Rian yang baru dipasangkan sejak Oktober 2025. Mereka dijadwalkan menjalani tur Eropa, termasuk All England, Swiss Open, dan Orleans Masters. Turnamen level 300 seperti Swiss Open dan Orleans Masters dipatok dengan target juara. Dengan persiapan lebih matang dan amunisi yang merata, Indonesia berharap tradisi emas di All England dapat kembali terulang. Â ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kontingen SEA Games 2025 Resmi Dilepas Presiden
-
Ruiz "La Cobra" Hantam Kubicki, Perkuat Rekor dan Rebut Juara Dunia Super Terbang WBC
-
Festival Sastra Simpang Kata Simpang Kota
-
Klasemen Liga Inggris Usai Derby London
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Kamis (27/11), Fluktuatif, Ada yang Naik, Ada yang Turun
-
Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Jelang Nataru
-
KemenPPPA: Perekonomian Jadi Faktor Kuat Kekerasan terhadap Kaum Perempuan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.