La Liga Spanyol: Barcelona Tersungkur di Derby Catalan, Girona Menang 2-1 dan Real Madrid Kokoh di Puncak Klasemen

Selasa, 17 Feb 2026, 09:23 WIB

GIRONA – Barcelona dibuat terkejut oleh kebangkitan Girona yang menang 2-1 dalam derby Catalan di Stadion Montilivi, Selasa (17/2) dini hari WIB. Kekalahan ini menggagalkan upaya juara bertahan kembali ke puncak LaLiga dan membuat Real Madrid tetap memimpin klasemen.

Barcelona sejatinya tampil dominan sejak awal. Mereka dua kali membentur mistar pada babak pertama. Sepakan Raphinha menghantam tiang, sementara penalti Lamine Yamal di masa tambahan waktu, setelah Dani Olmo dilanggar di kotak terlarang, juga membentur tiang yang sama. Penyelesaian akhir menjadi persoalan utama tim tamu.

Ket. Foto: Pemain Barcelona dan Girona berebut bola dalam laga La Liga, Selasa (17/2) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Keunggulan akhirnya datang pada menit ke-59. Bek muda Pau Cubarsí menanduk masuk umpan Jules Koundé dari situasi sepak pojok pendek, membawa Barcelona unggul 1-0. Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Girona merespons cepat melalui Thomas Lemar yang menyambar bola jarak dekat setelah umpan Vladyslav Vanat menciptakan kemelut di depan gawang.

Atmosfer Montilivi mencapai puncaknya pada menit ke-87. Fran Beltrán menuntaskan umpan Joel Roca dengan sepakan terarah ke sudut kiri bawah gawang. Stadion bergemuruh, sementara Barcelona terdiam.

Tim tamu berupaya keras mencari gol penyeimbang. Bahkan setelah Roca diusir wasit pada masa tambahan waktu akibat tekel ceroboh terhadap Lamine Yamal, Blaugrana tetap gagal membongkar pertahanan tuan rumah.

Barcelona kini tertahan di angka 58 poin, dua angka di belakang Real Madrid. Mereka juga menelan dua kekalahan beruntun di semua kompetisi untuk pertama kalinya sejak Oktober—sebuah sinyal peringatan serius dalam perburuan gelar.

“Kami kurang dalam banyak hal. Kami harus mengkritisi diri sendiri. Kami perlu memperbaiki banyak hal dan segera bangkit,” ujar Cubarsí kepada DAZN. “Setelah kami mencetak gol, mereka langsung menyamakan kedudukan. Kami terlalu cepat mengembalikan mereka ke dalam permainan. Kami harus belajar mengelola momen setelah unggul.”

Dominasi Tanpa Ketajaman

Pelatih Hansi Flick menyambut kembalinya Frenkie de Jong dan Raphinha dari cedera setelah absen dalam kekalahan 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal pertama Copa del Rey pekan lalu. Barcelona pun langsung menguasai penguasaan bola.

Namun dominasi itu tak dibarengi efektivitas. Raphinha melebar setelah menusuk dari sisi kiri, sementara Yamal digagalkan kiper Paulo Gazzaniga dalam situasi satu lawan satu hasil serangan balik cepat.

Girona memilih bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik. Kecepatan Bryan Gil, mantan pemain Tottenham Hotspur, berkali-kali merepotkan Koundé di sisi kiri pertahanan Barcelona. Gil dua kali memberi umpan matang kepada Vanat yang digagalkan penyelamatan gemilang Joan García. Vanat bahkan membuang peluang emas pada menit ke-35 ketika sepakannya melenceng tanpa kawalan berarti.

Setelah penalti Yamal gagal berbuah gol, laga tetap terbuka pada babak kedua. Gol Cubarsí sempat memberi harapan, tetapi momentum segera berbalik. Girona menekan balik dan memaksa García melakukan dua penyelamatan satu tangan yang luar biasa untuk menahan sepakan Vanat dan Roca.

Namun pada akhirnya, García tak mampu berbuat banyak saat Beltrán memastikan kemenangan. Girona, yang sebelumnya tanpa kemenangan dalam tiga laga dan sempat mendekati zona degradasi, kini naik ke peringkat ke-12 dengan 29 poin.

Sebaliknya, Barcelona harus menyesali peluang yang terbuang dan kekalahan yang berpotensi menjadi titik krusial dalam perebutan gelar musim ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.