Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imlek Bawa Berkah Ekonomi Rakyat, Pedagang Burung Pipit di Palembang Raup Omzet Puluhan Juta dari Ritual Lepas Sial

2 Selasa, 17 Feb 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Imlek Bawa Berkah Ekonomi Rakyat, Pedagang Burung Pipit di Palembang Raup Omzet Puluhan Juta dari Ritual Lepas Sial Imlek Bawa Berkah Ekonomi Rakyat, Pedagang Burung Pipit di Palembang Raup Omzet Puluhan Juta dari Ritual Lepas Sial Doc: Antara
Ket. Pedagang burung pipit saat Imlek di Palembang, Selasa (17/2).

Palembang - Sejumlah pedagang burung pipit meraih omset hingga puluhan juta rupiah dari hasil berjualan saat Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

"Kami bersyukur ya setiap tahun saat Imlek di Kota Palembang dapat berjualan burung pipit dan mampu menjual hingga 500 ekor burung per hari sejak H-3 kami sudah berjualan," kata Akhmad (50) seorang pedagang burung pipit di kawasan Klenteng Dewi Kwam Im Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Selasa (17/2).

Menurutnya burung pipit saat Imlek di Palembang menjadi buruan warga Tionghoa untuk dilepasterbangkan dan menjadi kepercayaan sebagai ritual membuang sial dan dapat mendatangkan rejeki.

Ia menyebutkan, warga Tionghoa biasanya membeli dengan memborong burung pipit kemudian akan dilepaskan di waktu pagi, siang, sore, bahkan malam hari.

Sementara hanya dengan harga berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per ekor, pedagang mampu menjual hingga ribuan ekor burung pipit.

"Ini sudah menjadi musiman untuk menjual burung pipit saat Imlek dan juga biasanya saat Cap gomeh, banyak sekali warga Tionghoa yang membelinya bahkan memborong burung pipit ini untuk dilepaskan kembali," katanya.

Hal senada dikatakan Rusnadi (46) seorang pedagang burung pipit yang ketiban rejeki saat Imlek di Palembang.

Dia bersyukur setiap tahun saat Imlek di Kota Palembang dapat berjualan burung pipit dan mampu menjual hingga 500 ekor burung per hari sejak H-3 Imlek yang sudah berjualan.

Sementara itu saat Imlek di Palembang tepatnya di Kelenteng Kwam Im yang merupakan tertua di Bumi Sriwijaya tersebut, berlangsung ramai, dengan konsep berwarna merah.

Berbagai aktivitas dilakukan mulai dari melepaskan burung pipit, adapula penampilan barongsai yang menarik perhatian anak - anak khususnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.