Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Puasa Perekat Sosial di Tengah Potensi Perbedaan Awal Ramadan

Selasa, 17 Feb 2026, 13:12 WIB

YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak umat Islam menjadikan puasa sebagai momentum perekat sosial di tengah potensi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Haedar meminta agar umat Islam menyikapi perbedaan tersebut dengan cerdas dan "tasamuh".

Ket. Foto: Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir — Sumber: antara foto

"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," kata Haedar dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa (17/2).

Menurut Haedar, jika umat Islam belum memiliki satu kalender tunggal, kemungkinan besar akan terus terjadi perbedaan untuk penetapan hari-hari besar Islam.

Ia menegaskan bahwa perbedaan harus disikapi secara arif dan bijaksana.

Menurut dia, tujuan utama puasa adalah meningkatkan takwa, baik secara pribadi maupun kolektif, sehingga umat Islam perlu memfokuskan diri pada substansi ibadah.

Melalui peningkatan takwa kepada Allah SWT, Haedar berharap relasi sosial kemasyarakatan semakin baik, dengan menebarkan kebaikan hidup bagi sesama dan lingkungan semesta.

Ia mengingatkan agar berbagai urusan tidak sampai mengganggu tujuan utama puasa untuk mencapai ketakwaan.

Haedar juga berpesan agar puasa Ramadhan dijalankan dengan tenang, damai, penuh kematangan, dan tidak terganggu oleh hiruk pikuk kehidupan, termasuk perbedaan awal Ramadan.

"Dalam konteks yang lebih luas, Ramadan diharapkan kita menjadi umat yang terbaik. Baik dalam kerohanian senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah, maupun dalam hal keilmuan yang kian tinggi dan menebar segala kebaikan yang makin luas," ujar dia.

Ia menambahkan, puasa Ramadhan seharusnya menjadi sarana menjaga sekaligus memperbaiki akhlak pribadi dan publik sekaligus wahana perbaikan karakter agar umat Islam mampu naik kelas menjadi umat terbaik.

Dalam konteks sosial, Haedar menekankan pentingnya puasa sebagai perekat kehidupan bermasyarakat.

Puasa, kata dia, melatih umat untuk menahan diri, termasuk ketika menghadapi ajakan konflik atau pertengkaran.

"Dengan berbagai macam informasi, postingan, yang kira-kira memberi suasana panas dalam kehidupan sosial kebangsaan kita. Maka puasa harus menjadi kanopi sosial kita," katanya.

Setiap Muslim yang menjalankan puasa, menurut Haedar, semestinya mampu menempatkan diri sebagai agen perdamaian dan kebaikan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan sosial.

Ia pun mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum mencapai kemajuan hidup, selaras dengan substansi takwa yang bermuara pada perbaikan martabat manusia di berbagai bidang kehidupan.

"Takwa itu juga puncaknya adalah perbaikan martabat hidup tertinggi, maka umat Islam harus menjadi umat yang maju dalam berbagai kehidupan, baik spiritual, moral, sosial, ekonomi, politik dan berbagai aspek yang lain menuju peradaban utama," tutur Haedar.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.