Kebun Binatang Surabaya Siapkan Pelepasan Komodo ke Habitat Asli di NTT

Minggu, 15 Feb 2026, 04:19 WIB

SURABAYA - Kebun Binatang Surabaya tengah menyiapkan rencana pelepasliaran atau restocking komodo ke habitat aslinya sebagai perannya dalam aspek konservasi.   Rencana tersebut menyasar wilayah alami komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kebetulan saat ini komodo. Kami ada beberapa yang memang rencana kami usulkan untuk di-restocking ke habitatnya, entah itu di Pulau Komodo atau Pulau Flores," kata Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, Jumat (13/2).

Ket. Foto: Sebagian besar komodo tersebut berada pada fase remaja hingga dewasa. — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

Pada tahap awal, jumlah komodo yang diusulkan untuk dilepasliarkan diperkirakan sekitar empat hingga lima ekor. Terkait jenis kelamin komodo yang akan dilepasliarkan, pihak KBS masih melakukan identifikasi serta persiapan lanjutan untuk memastikan satwa siap kembali ke alam liar.

"Ini masih kita identifikasi, kira-kira yang memang siap kita lepaskan itu ada sex ratio seperti apa. Dikarenakan kan kita harus melakukan perawatan dulu, menghabituasi untuk dilepaskan ke alam yang sudah siap atau layak lepas liar," jelasnya.

Nurika juga menyampaikan bahwa KBS saat ini dikenal sebagai salah satu pusat pengembangbiakan komodo di Indonesia dengan jumlah populasi yang cukup besar. "Paling tidak sampai sekarang kurang lebih kita sudah ada sekitar 80 ekor komodo," katanya.

Menurutnya, sebagian besar komodo tersebut berada pada fase remaja hingga dewasa. "Rata-rata paling tidak mix campur, sudah remaja ke atas, dewasa," imbuhnya.

Terkait prosedur pelepasliaran, PDTS KBS telah mengajukan usulan resmi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur untuk kemudian diteruskan ke kementerian terkait. "Kami sudah ajukan ke BKSDA Jatim untuk diusulkan ke Kementerian," terangnya.

Meski belum dapat memastikan waktu realisasi, Nurika optimistis proses tersebut akan berjalan mengingat komodo merupakan satwa prioritas nasional. "Kemungkinan besar pasti realisasi. Karena komodo ini salah satu-satu satwa prioritas," pungkasnya. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.