• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kolaborasi Paragon-ITB Per...

Kolaborasi Paragon-ITB Perkuat Kompetensi 25.000 Guru di Era AI

Sabtu, 14 Feb 2026, 20:05 WIB

JAKARTA - Transformasi pendidikan tidak lagi bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Hal itu terlihat dalam pembukaan Wardah Inspiring Teacher (WIT) Generasi ke-8 yang digelar Sabtu (14/2/2026) di Sabuga ITB.

Program yang diinisiasi Paragon Technology and Innovation ini menggandeng Institut Teknologi Bandung sebagai mitra akademik dan didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Sebanyak 25.000 guru dari 38 provinsi dinyatakan lolos seleksi dan akan mengikuti program pengembangan kompetensi selama empat bulan.

Ket. Foto: Program yang diinisiasi Paragon Technology and Innovation ini menggandeng Institut Teknologi Bandung sebagai mitra akademik dan didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Sebanyak 25.000 guru dari 38 provinsi dinyatakan lolos seleksi dan akan mengikuti program pengembangan kompetensi selama empat bulan. — Sumber: Istimewa

CEO Paragon, Harman Subakat, menegaskan bahwa penguatan kualitas guru merupakan investasi jangka panjang bangsa. Menurutnya, pendidikan karakter dan fondasi berpikir siswa ditentukan di tingkat dasar dan menengah.

Kolaborasi dengan ITB dinilai strategis karena menghadirkan pendekatan akademik yang terstruktur. ITB terlibat dalam penyusunan kurikulum, penguatan metodologi pembelajaran, hingga kemungkinan konversi sebagian modul menjadi kredit akademik.

Dekan FTMD ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, menyebut pendidikan tinggi tidak bisa berdiri tanpa fondasi kuat dari sekolah. Karena itu, kemitraan ini diarahkan untuk membangun kesinambungan antara pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi.

20260214200041_1000254763.jpg

WIT Generasi ke-8 menekankan pendekatan project-based learning, student-centered learning, computational thinking, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar mengajar. Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan generasi digital yang adaptif dan kritis.

Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan dukungan terhadap inisiatif swasta yang selaras dengan agenda peningkatan mutu sumber daya manusia nasional. Pemerintah mendorong model kolaborasi serupa untuk memperluas dampak ke lebih banyak daerah.

Sejak dimulai pada 2017, program ini telah melahirkan 11.000 alumni dan membentuk puluhan komunitas guru di berbagai provinsi. Skala tahun ini menjadi yang terbesar, dengan 30.000 pendaftar dan 25.000 peserta terpilih.

Dengan integrasi pendekatan teknologi dan jejaring komunitas, WIT tidak lagi sekadar program pelatihan, melainkan model kolaborasi ekosistem pendidikan. Fokusnya bukan hanya meningkatkan kompetensi individu guru, tetapi membangun sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Skala dan konsistensi pelaksanaan sejak 2017 menjadi indikator keberlanjutan program tersebut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.