“Tangerang Ngebesan” Pelestarian Budaya Betawi Lalui Seremoni Pernikahan Massal

Jumat, 13 Feb 2026, 05:15 WIB

TANGERANG - Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan “Tangerang Ngebesan” merupakan resepsi pernikahan massal yang bukan sekadar seremoni, tetapi juga perayaan kebersamaan dan pelestarian budaya Betawi.

“Tangerang Ngebesan ini bukan sekadar resepsi, tetapi wujud kebersamaan dan identitas budaya kita. Kota Tangerang milik semua, dan kebahagiaan hari ini adalah kebahagiaan bersama,” kata Wali Kota Sachrudin saat menghadiri Tangerang Ngebesan di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (12/2).

Ket. Foto: Wali Kota Sachrudin didampingi Wakil Wali Kota Maryono memberikan selamat kepada pasangan yang mengikuti Tangerang Ngebesan di Puspemkot, Kamis (12/2). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang

Kegiatan Tangerang Ngebesan merupakan rangkaian perayaan HUT ke-33 Kota Tangerang yang diikuti 106 pasangan pengantin terdiri dari 97 pasangan Muslim dan 9 pasangan non-Muslim.

Wali Kota menuturkan prosesi adat Betawi yang kental seperti tradisi Palang Pintu dengan atraksi silat dan adu pantun jawara menjadi daya tarik utama.

Nuansa budaya yang hidup di tengah perayaan modern menunjukkan bahwa kemajuan kota tetap berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi. Para pasangan sebelumnya telah difasilitasi melalui Sidang Isbat Nikah dan Pencatatan Perkawinan.

“Melalui Tangerang Ngebesan, Pemkot Tangerang melengkapi kebahagiaan mereka dengan resepsi yang layak dan penuh makna,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urip Hermawan mengatakan Tangerang Ngebesan merupakan upaya pelestarian tradisi budaya Betawi Tangerang yang dikemas seiring perkembangan masyarakat yang semakin heterogen.

Tangerang Ngebesan adalah tradisi turun-temurun yang dilestarikan. Rangkaian dimulai dari rombongan pengantin pria yang dipimpin Wakil Wali Kota, penyerahan roti buaya kepada Wali Kota sebagai simbol pihak pengantin wanita, atraksi palang pintu, pantun, hingga hiburan gambang kromong dan tehyan.

“Kami ingin menghadirkan resepsi rakyat yang layak, agar masyarakat tidak perlu lagi memikirkan biaya tenda, katering, panggung, maupun hiburan. Semua difasilitasi oleh pemerintah,” ujarnya.

Owen dan Mishel, pasangan penganut Konghucu mengaku merasakan pengalaman tak terlupakan pada acara Ngebesan.

“Kami merasa bangga dan terharu bisa ikut dalam perayaan ini. Selain meriah, kami juga merasakan kebersamaan yang luar biasa. Semoga Kota Tangerang semakin maju dan harmonis. Terima kasih Pemkot Tangerang yang udh ngadain acara ini,” ungkap Owen. Ant

  • Adat Betawi

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.