ICA-CEPA Dibidik Dongkrak Ekspor UMKM ke Kanada
Jumat, 13 Feb 2026, 02:00 WIBPemerintah harus mendorong pelaku UMKM memanfaatkan peluang pasar global, termasuk Kanada, guna menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan domestik.
Jakarta â Pemerintah Indonesia terus menyiapkan strategi agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu menembus pasar Kanada melalui IndonesiaâCanada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), termasuk lewat pembinaan berkelanjutan.
"Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah pembinaan berkelanjutan melalui kerja sama dengan kementerian/lembaga lain yang memang tugas fungsinya melakukan pembinaan sektor," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko B. Witjaksono di Singapura, Rabu (11/2).
Dikutip dari Antara, di sela forum Canada in Asia Conference (CIAC) 2026, Djatmiko menjelaskan pembinaan mencakup sektor manufaktur, industri, pertanian, hingga transportasi dengan melibatkan kementerian teknis terkait.
Menurutnya, jumlah pelaku usaha Indonesia sangat besar dan tidak mungkin seluruhnya digerakkan pemerintah. "Selain BUMN, peran sektor non-pemerintah, termasuk UMKM, justru menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi," katanya.
Ia menegaskan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah mendorong pelaku UMKM memanfaatkan peluang pasar global, termasuk Kanada, guna menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan domestik.
Namun, ia mengakui menembus pasar global bukan perkara mudah. UMKM perlu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta kemampuan pemasaran agar mampu memenuhi standar internasional.
"Maju di sini artinya sudah sesuai dengan aturan global. Kebijakan Kanada yang benar-benar memastikan keamanan, kesehatan, dan keselamatan sering kali menjadi tantangan bagi pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM, karena kapasitasnya masih terbatas," kata Djatmiko.
Keterbatasan tersebut meliputi aspek pengetahuan, kemampuan teknis, teknologi, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga permodalan.
"Untuk memenuhi standar pasar Kanada, pelaku usaha dituntut menghadirkan produk dengan kemasan yang baik, memenuhi standar keamanan dan keselamatan, serta kualitas yang konsistenâyang pada akhirnya membutuhkan dukungan modal dan pembinaan berkelanjutan agar UMKM mampu memanfaatkan peluang ICA-CEPA dengan optimal," katanya.
Momentum Bilateral
Pada kesempatan sama, Wakil Presiden Riset dan Strategi Asia Pacific Foundation of Canada (APF Kanada) Vina Nadjibulla menilai implementasi ICA-CEPA akan membuka peluang signifikan bagi penguatan hubungan kedua negara.
"Implementasi kemitraan ICA-CEPA diproyeksikan membuka peluang baru yang semakin signifikan bagi penguatan hubungan kedua negara," katanya di forum CIAC 2026.
Ia menyebut relasi antar Kamar Dagang kedua negara kian menguat, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara organisasi kerja sama Indonesia-Kanada dengan mitra akademik dan Kamar Dagang di Jakarta.
"Langkah tersebut mencerminkan arah hubungan bilateral yang kian intensif dan terstruktur, tidak hanya di level pemerintah, tetapi juga antarpelaku usaha," katanya.
Dari sisi peluang, hubungan kedua negara bertumpu pada skala ekonomi dan komplementaritas. "Indonesia membutuhkan penguatan ketahanan energi, termasuk diskusi seputar energi nuklir, sementara Kanada memiliki kapasitas teknologi dan pengalaman panjang di sektor tersebut," katanya.
Selain energi, ketahanan pangan dan teknologi iklim juga menjadi bidang strategis kerja sama, seiring tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Merujuk pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Ottawa beberapa bulan lalu, hubungan kedua negara kini memasuki fase "momentum musim semi" yang sarat harapan dan potensi pertumbuhan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Jelang Mudik, Terminal Cicaheum Bandung Matangkan Kesiapan Angkutan Lebaran
-
Dampak Geopolitik Global, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Naik di Bulan Mei
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Rangkaian Paskah, Umat Katolik Kaltara visualisasikan Jalan Salib
-
Bantu Warga, Pemkab Bekasi Distribusikan Ribuan Paket Pangan Subsidi
-
Gunung Marapi Meletus Sabtu Malam, Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik dan Lahar Dingin
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.