DPRD Kalsel Dorong Hilirisasi Terpadu dan Pembangunan Gudang Pangan Provinsi

Jumat, 13 Feb 2026, 01:15 WIB

BANJARMASIN - Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi menyatakan, komisinya mendorong hilirisasi terpadu dengan gudang pangan menjadi penguat petani dan peternak lokal.

"Upaya hilirisasi sektor peternakan dan perkebunan di Kalsel harus berjalan/beriringan dengan penguatan sistem cadangan pangan daerah," ujar Firman saat Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Provinsi setempat di Banjarbaru, Kamis.

Ket. Foto: Anggota Komisi II DPRD Kalsel Firman Yusi saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Provinsi setempat di Banjarbaru, Kamis (12/2). — Sumber: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi

Menurut dia,  hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi bahan mentah, tetapi harus mampu mendorong penciptaan nilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, hingga distribusi produk.

"Dengan begitu, petani dan peternak di Kalsel tidak hanya menjadi pemasok komoditas primer, tetapi juga menjadi bagian dari rantai industri yang memberikan keuntungan lebih besar," ujar Firman Yusi.

Menurut dia, hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

"Kita tidak bisa terus menjual dalam bentuk bahan baku. Harus ada pengolahan, ada penguatan branding, dan ada jaminan pasar,” ujarnya.

Dia menegaskan, salah satu strategi penting yang perlu segera diwujudkan adalah pembangunan gudang pangan sebagai cadangan pangan provinsi.

Gudang tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi menjadi instrumen stabilisasi harga dan penguatan ekonomi lokal.

Firman Yusi menambahkan, gudang pangan provinsi harus diisi oleh komoditas dan produk olahan dari petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal.

"Dengan skema pembelian yang terencana dan harga yang wajar, pemerintah daerah dapat menyerap hasil produksi masyarakat saat panen raya atau ketika harga pasar melemah," ujarnya.

Menurut dia, gudang pangan tersebut harus menjadi "buffer stock" daerah sekaligus menjadi penyangga harga.

"Saat produksi melimpah dan harga turun, pemerintah hadir menyerap. Saat terjadi kelangkaan atau gejolak harga, stok ini bisa dilepas untuk menjaga stabilitas,” jelasnya.

Firman Yusi berpendapat, integrasi antara hilirisasi dan sistem cadangan pangan akan memperkuat ketahanan pangan Kalsel secara menyeluruh. Produk perkebunan seperti kelapa, karet, sawit rakyat, dan komoditas hortikultura dapat diarahkan pada pengolahan lanjutan.

Begitu pula subsektor peternakan, seperti sapi, ayam, dan produk turunannya perlu dorongan pengembangan industri pengolahan daging, susu, hingga pakan berbasis bahan baku lokal.

Selain itu, mendorong adanya sinergi lintas sektor, termasuk Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Keterpaduan perencanaan dan penganggaran dinilai sangat penting agar hilirisasi tidak berjalan parsial.

“Kita ingin ekosistemnya terbangun. Dari hulu sampai hilir terintegrasi. Produksi kuat, pengolahan berkembang, distribusi lancar, dan cadangan pangan aman," katanya.

Dia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur pendukung seperti cold storage, rumah potong hewan yang memenuhi standar, unit pengolahan hasil perkebunan, serta fasilitas logistik yang memadai. Tanpa infrastruktur tersebut, hilirisasi akan sulit berkembang secara optimal.

Lebih jauh, Firman Yusi menyebut bahwa strategi pembangunan gudang pangan berbasis produk lokal juga merupakan bentuk keberpihakan pada ekonomi kerakyatan. Dengan melibatkan UMKM dalam rantai pasok cadangan pangan, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan lebih inklusif.

“Kita ingin uang berputar di dalam daerah. Produk lokal dibeli pemerintah daerah, disimpan sebagai cadangan, lalu dimanfaatkan kembali untuk masyarakat. Ini menciptakan siklus ekonomi yang sehat,” lanjutnya.

Dalam forum rakortek tersebut, Firman Yusi berharap perencanaan pembangunan perkebunan dan peternakan ke depan benar-benar mengedepankan orientasi nilai tambah, ketahanan pangan, serta kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor pangan.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga soal kemandirian dan keberpihakan. Hilirisasi dan pembangunan gudang pangan provinsi harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan,” demikian katanya.

  • hilirisasi kalsel
  • gudang pangan provinsi
  • dprd kalsel

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.