Upaya Pemprov DKI Turunkan Stunting Jakarta: Fokus pada Gizi dan Layanan Ibu Hamil

Kamis, 12 Feb 2026, 14:47 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/1). Dalam arahannya, ia menekankan penguatan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) untuk meningkatkan kualitas layanan kepada warga.

Pramono meminta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperkuat dan diperluas jangkauannya. Pada 2025, lebih dari 4,2 juta warga Jakarta telah memanfaatkan layanan tersebut, melampaui target nasional.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/1). Dalam arahannya, ia menekankan penguatan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) untuk meningkatkan kualitas layanan kepada warga. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Saya berharap penguatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus dilakukan. Pada tahun 2025, lebih dari 4,2 juta warga Jakarta telah mendapatkan layanan CKG, melampaui target nasional. Saya minta deteksi dini dilakukan secara aktif dan menjangkau seluruh kelompok usia," ujarnya.

Ia juga mendorong percepatan pembangunan proyek strategis kesehatan. Di antaranya pembangunan Rumah Sakit Kelas A berstandar internasional di Grogol Petamburan serta RS Royal Batavia Cakung agar berjalan sesuai rencana.

Pramono menekankan agar hambatan administrasi, ketersediaan alat kesehatan, akses layanan, maupun persoalan lahan dapat segera diselesaikan melalui koordinasi lintas sektor. Menurutnya, percepatan pembangunan harus dibarengi penguatan sistem dan SDM kesehatan.

"Hal ini juga harus selaras dengan penguatan tenaga kesehatan, termasuk memastikan kepastian kontrak kerja dan jaminan sosial bagi pegawai Dinkes, khususnya pegawai PPPK paruh waktu. Hal tersebut perlu segera dikoordinasikan dengan instansi terkait guna mendukung kapasitas nakes dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyoroti penurunan stunting sebagai agenda prioritas. Saat ini prevalensi stunting di Jakarta tercatat 17,2 persen dan ditargetkan turun menjadi 15 persen pada 2026.

Ia meminta penguatan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan melalui pelayanan intensif bagi ibu hamil, edukasi gizi keluarga, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara konsisten. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memutus rantai stunting sejak dini.

Pramono menegaskan Jakarta memiliki jaringan layanan kesehatan yang luas, mulai dari rumah sakit daerah, puskesmas, hingga laboratorium kesehatan. Fondasi tersebut harus diperkuat dengan pelayanan yang ramah, standar operasional yang optimal, serta komunikasi publik yang efektif.

"Maka, saya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan kinerja seluruh jajaran Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Mari kita pastikan respons yang cepat tanpa hambatan administrasi, termasuk dalam memastikan pembiayaan ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga keluarga pasien tidak lagi dibebani persoalan prosedur maupun biaya layanan kesehatan," pungkasnya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan, Pemprov DKI Jakarta mengoptimalkan layanan Pasukan Putih, JakAmbulans, JakCare, dan JakSimpus. Upaya pencegahan penyakit tidak menular seperti stroke dan kanker serviks juga terus diperluas.

Terkait penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang berdampak pada 270 ribu peserta di Jakarta, status kepesertaan dapat direaktivasi melalui Dinas Sosial. Pemprov DKI memastikan pasien PBI-JK nonaktif yang membutuhkan perawatan tetap difasilitasi sesuai ketentuan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.