Trump Sebut Presiden Tiongkok Xi Jinping Akan Kunjungi AS Akhir Tahun

Selasa, 10 Feb 2026, 01:05 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan akan menjamu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Gedung Putih pada akhir 2026. Langkah itu seiring dengan upaya dua ekonomi terbesar dunia tersebut untuk menata kembali hubungan yang sempat terganggu akibat perang dagang yang bergejolak.

Trump seperti dikutip dari AFP menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan NBC News yang direkam pada 4 Februari, bertepatan dengan hari ketika ia dan Xi melakukan pembicaraan luas mengenai perdagangan, Taiwan, perang Russia di Ukraina, serta situasi di Iran.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: SAUL LOEB/AFP

Trump dijadwalkan berkunjung ke Tiongkok pada April mendatang, sebelum Xi melakukan kunjungan ke AS. “Dia akan datang ke Gedung Putih, menjelang akhir tahun,” kata Trump. “Ini adalah dua negara paling kuat di dunia, dan kami memiliki hubungan yang sangat baik,” lanjutnya.

Sejak kembali ke Gedung Putih setahun lalu, Trump secara aktif menerapkan kebijakan tarif dengan memberlakukan bea masuk khusus sektor terhadap baja, otomotif, dan sejumlah komoditas lainnya, serta kebijakan yang lebih luas untuk mencapai berbagai tujuan strategis.

Isu Perdagangan

Gedung Putih kerap bersitegang dengan Beijing dalam isu perdagangan, namun kedua negara mencapai gencatan senjata luas setelah eskalasi besar pada musim semi tahun lalu. Meski AS berupaya mengurangi kebergantungan pada manufaktur Tiongkok, kedua negara tetap terjalin erat secara ekonomi.

Xi, yang terakhir kali mengunjungi Amerika Serikat pada 2023, pada 4 Februari lalu memperingatkan Trump agar bertindak dengan “kehati-hatian” dalam penjualan senjata ke Taiwan yang mengatur diri sendiri dan diklaim Tiongkok sebagai bagian dari wilayahnya.

Pemimpin Tiongkok tersebut juga menyampaikan harapan agar berbagai persoalan bilateral, termasuk perdagangan, dapat diselesaikan secara bersahabat antara Beijing dan Washington.

“Dengan menangani persoalan satu per satu dan terus membangun saling percaya, kita dapat menemukan jalan yang tepat bagi kedua negara untuk hidup berdampingan,” kata Xi, seperti dikutip dari penyiar pemerintah Tiongkok, CCTV.

Sementara itu, Trump menyebut percakapannya dengan Xi sebagai “sangat baik” dan mengatakan bahwa “kami berdua menyadari betapa pentingnya menjaga hal itu tetap demikian”.

Pada 6 Februari, Amerika Serikat mendorong perundingan tiga pihak dengan Russia dan Tiongkok untuk menetapkan batasan baru senjata nuklir, namun hingga kini Beijing menolak bergabung dalam negosiasi perlucutan senjata tersebut “pada tahap ini”.

Tiongkok sendiri bereaksi lebih tenang terhadap panggilan tersebut. Media Pemerintah melaporkan bahwa kedua belah pihak membahas peluang untuk bertemu di tahun mendatang. Tidak ada penyebutan tentang kunjungan Trump ke Beijing, maupun pembelian kedelai.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.